“Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.” Mazmur 55:13
Bila memperhatikan liku-liku perjalanan hidup Daud, yang melakukan pengkhianatan dan berbuat jahat terhadapnya bukan orang jauh atau musuh yang sesungguhnya, melainkan orang-orang terdekat yang makan sehidangan dengan dia.
Bukankah hal ini seringkali terjadi dalam kehidupan kita? Bukankah pengkhianatan, gosip, fitnahan, iri hati atau umpatan datangnya bukan dari musuh, melainkan dari orang-orang yang kita anggap sebagai teman, sahabat dan orang yang kita kasihi? Daud mengatakan, “Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.” (ayat 13-15). Ini adalah fakta dan mungkin kita pernah mengalaminya juga. Rekan kerja di kantor, teman satu sekolah, keluarga terdekat, suami atau isteri yang kita kasihi, bahkan saudara seiman satu gereja, di mana kita bersekutu dan beribadah bersama-sama, di luar dugaan malah menyakiti dan mengkhianati kita seperti musuh. Para pelayan Tuhan yang tampaknya dari luar begitu kompak dalam pelayanan, satu sama lain saling menjatuhkan. “Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.” (ayat 21-22).
Jangankan Daud, Yesus pun mengalami hal yang sangat menyakitkan. Ia dikhianati oleh salah satu muridNya sendiri yaitu Yudas Iskariot, yang setiap hari makan semeja dengan Dia. Ketika Yesus ditangkap musuh-musuhNya, murid-muridNya justru meninggalkan Dia sendirian. “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” (Matius 26:56b). Betapa pedih dan sakitnya dikhianati orang-orang terdekat!
Jangan bersedih hati, ada satu Pribadi yaitu Yesus yang senantiasa mengasihi kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri.
..Jbu..
Jumat, 16 Juli 2010
Rabu, 07 Juli 2010
..sebelum kamu mengeluh..
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang sahabat atau orang2 sekitar kamu
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Sebelum kamu mengeluh tentang orangtuamu
Pikirkan tentang seorang anak yang menginginkan kasih orangtuanya, tapi orangtuanya sudah meninggal
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak
mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,
Kita semua menjawab kepada Tuhan
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur kol 4:2
..Jbu..
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang sahabat atau orang2 sekitar kamu
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Sebelum kamu mengeluh tentang orangtuamu
Pikirkan tentang seorang anak yang menginginkan kasih orangtuanya, tapi orangtuanya sudah meninggal
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak
mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,
Kita semua menjawab kepada Tuhan
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur kol 4:2
..Jbu..
..saat kebaikan di balas luka..
Saat Anda memberkati orang lain, Anda tidak pernah kehilangan. Bahkan jika seseorang mengambil keuntungan dari sifat baik Anda, Tuhan tidak akan mengizinkan kemurahan hati Anda berlalu tanpa pahala. Misalnya, saat Tuhan memberitahukan Abraham untuk mengumpulkan keluarganya dan menuju suatu negeri yang lebih baik, Abraham membawa seluruh hewan peliharaan, ternak, keluarga, dan bahkan anggota keluarga besarnya. Mereka berjalan selama berbulan-bulan dan akhirnya sampai ke negeri baru mereka. Setelah tinggal di sana beberapa lama, mereka menyadari bahwa bagian negeri di mana mereka tinggal itu tidak sanggup menopang mereka dengan cukup makanan dan air bagi semua orang dan hewan peliharaan serta ternak mereka.
Abraham berkata kepada keponakannya Lot, "Kita perlu berpisah." Ia berkata, "Engkau memilih bagian mana saja dari negeri ini yang engkau ingin miliki, dan aku akan mengambil yang tersisa." Perhatikanlah bagaimana baiknya Abraham kepada keponakannya.
Lot memandang sekeliling dan melihat sebuah lembah yang indah dengan padang rumput yang hijau lebat dan perbukitan serta danau-danau. Ia berkata, "Abraham, itulah tempat yang aku inginkan. Itulah tempat bagian keluargaku akan tinggal." Abraham berkata, "Baiklah; pergilah dan kiranya engkau diberkati." Abraham bisa saja berkata, "Lot, engkau tidak akan mendapatkan tanah itu. Akulah yang telah memimpin perjalanan ini. Tuhan berbicara kepadaku, bukan kepadamu. Akulah yang seharusnya mendapatkan pilihan pertama." Abraham tidak melakukan itu. Ia mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskan kebaikannya.
Tetapi saya yakin setelah Abraham menyadari apa yang tersisa baginya, ia kecewa juga. Bagiannya adalah tanah terasing yang kering dan tandus. Pikirkanlah itu; Abraham telah menempuh perjalanan yang jauh. Ia telah berusaha keras dalam pencarian suatu kehidupan yang lebih baik untuk anggota keluarganya. Sekarang, karena kemurahan dan kebaikan hatinya, ia dibuang untuk tinggal di bagian kumuh negeri itu. Saya yakin ia berpikir, Tuhan, mengapa orang selalu mengambil keuntungan dari kebaikanku? Tuhan, mengapa aku selalu mendapatkan kerugian? Anak itu, Lot, tidak akan mendapatkan apa pun jika aku tidak memberikan kepadanya.
Mungkin Anda merasa bahwa Anda adalah orang yang selalu memberi. Mungkin Anda adalah orangtua dari seorang anak yang tidak tahu berterima kasih. Mungkin mantan pasangan Anda sedang mengambil keuntungan dari Anda dalam penyelesaian perceraian. Mungkin perusahaan Anda sedang berbicara tentang "perampingan" setelah Anda memberikan kepada mereka tahun-tahun terbaik kehidupan Anda. Mungkin Anda adalah orang yang selalu berjalan satu mil lebih jauh lagi. Anda adalah pembawa damai dalam keluarga. Karena orang mengetahui bahwa Anda baik hati, murah hati dan bersahabat, mereka cenderung mengambil keuntungan dari Anda atau tidak menghargai Anda.
Tetapi Tuhan melihat integritas Anda. Tidak ada yang Anda lakukan yang tidak diperhatikan Tuhan. Ia mencatat semua itu, dan Ia akan memberikan upah kepada Anda pada waktunya yang tepat. Itulah yang Ia lakukan kepada Abraham.
Pada dasarnya, Tuhan memberitahukan Abraham, "Karena engkau telah memperlakukan kerabatmu dengan baik hati, karena engkau berjalan satu mil lebih jauh lagi untuk melakukan apa yang benar, Aku tidak akan memberikan kepadamu bagian kecil negeri itu; Aku akan memberikan kepadamu berkat yang berkelimpahan. Aku akan memberikan kepadamu ribuan dan ribuan hektar; mil demi mil negeri itu. Semua yang dapat engkau lihat akan menjadi milikmu."
Jangan lelah dalam melakukan apa yang baik. Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Ia melihat tidak hanya apa yang Anda sedang lakukan tetapi juga mengapa Anda melakukannya. Tuhan menghakimi motivasi-motivasi kita sama seperti tindakan-tindakan kita. Dan karena Anda tidak mementingkan diri sendiri, karena Anda memilih untuk memberikan kesempatan kepada orang lain, karena Anda berusaha untuk kebaikan, suatu hari nanti Tuhan akan mengatakan kepada Anda seperti yang Ia katakan kepada Abraham, "Sejauh yang dapat engkau lihat, Aku akan memberikannya kepadamu."
Kadang-kadang jika kita baik kepada orang lain dan kita berjalan satu mil lebih jauh, kita mempunyai kecenderungan untuk berpikir, Aku sedang membiarkan orang menginjak-injakku. Aku sedang membiarkan mereka mengambil keuntungan dariku. Mereka sedang mengambil apa yang menjadi hakku.
Saat itulah Anda harus berkata, "Tak seorang pun yang sedang mengambil apa pun dariku. Aku bebas memberikannya kepada mereka. Aku memberkati mereka dengan sengaja, dengan mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskannya kepadaku." Hari ini, carilah suatu kesempatan untuk melakukan sesuatu yang ekstra untuk memberkati seseorang yang tidak layak menerimanya. Tuhan akan menghormati Anda atas sikap Anda.
Dia mengerti isi hati anda.. lakukan yg terbaik untuk org lain.. semampu anda
Jbu
Abraham berkata kepada keponakannya Lot, "Kita perlu berpisah." Ia berkata, "Engkau memilih bagian mana saja dari negeri ini yang engkau ingin miliki, dan aku akan mengambil yang tersisa." Perhatikanlah bagaimana baiknya Abraham kepada keponakannya.
Lot memandang sekeliling dan melihat sebuah lembah yang indah dengan padang rumput yang hijau lebat dan perbukitan serta danau-danau. Ia berkata, "Abraham, itulah tempat yang aku inginkan. Itulah tempat bagian keluargaku akan tinggal." Abraham berkata, "Baiklah; pergilah dan kiranya engkau diberkati." Abraham bisa saja berkata, "Lot, engkau tidak akan mendapatkan tanah itu. Akulah yang telah memimpin perjalanan ini. Tuhan berbicara kepadaku, bukan kepadamu. Akulah yang seharusnya mendapatkan pilihan pertama." Abraham tidak melakukan itu. Ia mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskan kebaikannya.
Tetapi saya yakin setelah Abraham menyadari apa yang tersisa baginya, ia kecewa juga. Bagiannya adalah tanah terasing yang kering dan tandus. Pikirkanlah itu; Abraham telah menempuh perjalanan yang jauh. Ia telah berusaha keras dalam pencarian suatu kehidupan yang lebih baik untuk anggota keluarganya. Sekarang, karena kemurahan dan kebaikan hatinya, ia dibuang untuk tinggal di bagian kumuh negeri itu. Saya yakin ia berpikir, Tuhan, mengapa orang selalu mengambil keuntungan dari kebaikanku? Tuhan, mengapa aku selalu mendapatkan kerugian? Anak itu, Lot, tidak akan mendapatkan apa pun jika aku tidak memberikan kepadanya.
Mungkin Anda merasa bahwa Anda adalah orang yang selalu memberi. Mungkin Anda adalah orangtua dari seorang anak yang tidak tahu berterima kasih. Mungkin mantan pasangan Anda sedang mengambil keuntungan dari Anda dalam penyelesaian perceraian. Mungkin perusahaan Anda sedang berbicara tentang "perampingan" setelah Anda memberikan kepada mereka tahun-tahun terbaik kehidupan Anda. Mungkin Anda adalah orang yang selalu berjalan satu mil lebih jauh lagi. Anda adalah pembawa damai dalam keluarga. Karena orang mengetahui bahwa Anda baik hati, murah hati dan bersahabat, mereka cenderung mengambil keuntungan dari Anda atau tidak menghargai Anda.
Tetapi Tuhan melihat integritas Anda. Tidak ada yang Anda lakukan yang tidak diperhatikan Tuhan. Ia mencatat semua itu, dan Ia akan memberikan upah kepada Anda pada waktunya yang tepat. Itulah yang Ia lakukan kepada Abraham.
Pada dasarnya, Tuhan memberitahukan Abraham, "Karena engkau telah memperlakukan kerabatmu dengan baik hati, karena engkau berjalan satu mil lebih jauh lagi untuk melakukan apa yang benar, Aku tidak akan memberikan kepadamu bagian kecil negeri itu; Aku akan memberikan kepadamu berkat yang berkelimpahan. Aku akan memberikan kepadamu ribuan dan ribuan hektar; mil demi mil negeri itu. Semua yang dapat engkau lihat akan menjadi milikmu."
Jangan lelah dalam melakukan apa yang baik. Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Ia melihat tidak hanya apa yang Anda sedang lakukan tetapi juga mengapa Anda melakukannya. Tuhan menghakimi motivasi-motivasi kita sama seperti tindakan-tindakan kita. Dan karena Anda tidak mementingkan diri sendiri, karena Anda memilih untuk memberikan kesempatan kepada orang lain, karena Anda berusaha untuk kebaikan, suatu hari nanti Tuhan akan mengatakan kepada Anda seperti yang Ia katakan kepada Abraham, "Sejauh yang dapat engkau lihat, Aku akan memberikannya kepadamu."
Kadang-kadang jika kita baik kepada orang lain dan kita berjalan satu mil lebih jauh, kita mempunyai kecenderungan untuk berpikir, Aku sedang membiarkan orang menginjak-injakku. Aku sedang membiarkan mereka mengambil keuntungan dariku. Mereka sedang mengambil apa yang menjadi hakku.
Saat itulah Anda harus berkata, "Tak seorang pun yang sedang mengambil apa pun dariku. Aku bebas memberikannya kepada mereka. Aku memberkati mereka dengan sengaja, dengan mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskannya kepadaku." Hari ini, carilah suatu kesempatan untuk melakukan sesuatu yang ekstra untuk memberkati seseorang yang tidak layak menerimanya. Tuhan akan menghormati Anda atas sikap Anda.
Dia mengerti isi hati anda.. lakukan yg terbaik untuk org lain.. semampu anda
Jbu
..sahabat..
Pada suatu hari di sebuah kota, tinggallah dua orang bersahabat. Mereka bersahabat sudah dari sejak kecil. Mereka tertawa bersama, menangis bersama, bermain bersama, saling mengerti dan saling memahami satu dengan yang lain. Pendeknya mereka bersahabat sangat baik dan semua masalah diselesaikan mereka berdua baik-baik.
Pada suatu hari, ketika mereka sudah dewasa, keduanya memiliki pasangan hidup dengan lelaki yang sama-sama disukai oleh mereka berdua. Sahabat yang satu sangat mencintai lelaki itu namun sahabat yang lain tidak mengetahui bahwa sahabatnya telah lebih dahulu jatuh cinta dan akhirnya mereka bertengkar mulut dan pertengkaran mulut itu berakhir pada suatu perpecahan. Singkat cerita mereka tidak lagi bersahabat.
Kemudian setelah beberapa tahun salah satu dari sahabatnya sakit keras dan ginjalnya tidak berfungsi lagi serta harus menjalani cuci darah. Sedangkan dia adalah orang yang kurang mampu. Kemudian teman-teman dari gerejanya datang membantu,mereka turut prihatin dengan keadaannya dan mereka memberitahukan keadaannya pada sahabatnya. Sahabatnya masih dongkol, kesal dan marah namun sahabat ini sedih melihat keadaan sahabatnya yang terbaring sakit dan akhirnya sahabat ini memutuskan untuk mendonorkan ginjalnya untuk sahabatnya yang sedang sakit ini. Akhirnya sahabat yang sakit ini lama kelamaan pulih dan sembuh dari sakitnya. Sahabat yang sakit ini pada suatu hari berkata kepada sahabatnya " Sahabatku, maafkan aku selama ini ,aku sudah membuatmu berduka, aku bukan sahabat yang baik buatmu. " Lalu kemudian sahabatnya berkata kepada sahabatnya yang sakit " Sudahlah, tidak usah dipikirkan masalah lalu, biar bagaimanapun aku tetap adalah sahabatmu dan kita akan tetap bersahabat sampai mati. "
Setiap orang di dunia ini tentunya menginginkan seseorang sahabat yang bisa menjadi sahabat yang baik baginya. Seseorang dalam hidupnya membutuhkan penghargaan dan kasih dari sahabatnya. Namun, tidak semua orang bisa menjadi sahabat sejati. Amsal 17:17 mengemukakan tentang ciri-ciri seorang sahabat sejati yaitu menaruh kasih setiap waktu, baik suka maupun duka, dan bisa menjadi seorang saudara dalam kesukaran ( bisa memahami dan ikut berempati dengan kesusahan sahabatnya).
Tidak ada orang bisa menjadi sahabat sejati, namun Alkitab memberikan contoh sahabat yang baik yaitu antara Daud dan Yonatan yang tetap mengasihi dalam suka maupun duka dan tetap menjadi sahabat dalam keadaan terjepit sekalipun. Inilah contoh sahabat yang cukup baik menurut Alkitab. Namun kalau kita perhatikan, berbeda dengan sahabat-sahabat Ayub pada saat kesusahan Ayub, mereka meninggalkan Ayub dan menyalahkan Ayub bukan menghibur dan menguatkan Ayub. Demikian juga dengan sahabat dalam perumpamaan tentang anak yang hilang ( Lukas 15) , sahabat-sahabatnya meninggalkannya saat dia berada dalam kesusahan bukan menghibur dan menguatkannya.
Namun kita mempunyai sahabat yang baik seperti Tuhan, tidak ada satu manusiapun yang menjadi sahabat yang baik bagi sahabatnya akan tetapi Tuhan ketika kita dalam suka dan duka dia adalah sahabat kita, tempat kita mengadu, tempat kita bersandar ( Amsal 17:17; Yohanes 15:15). Amin !
Pada suatu hari, ketika mereka sudah dewasa, keduanya memiliki pasangan hidup dengan lelaki yang sama-sama disukai oleh mereka berdua. Sahabat yang satu sangat mencintai lelaki itu namun sahabat yang lain tidak mengetahui bahwa sahabatnya telah lebih dahulu jatuh cinta dan akhirnya mereka bertengkar mulut dan pertengkaran mulut itu berakhir pada suatu perpecahan. Singkat cerita mereka tidak lagi bersahabat.
Kemudian setelah beberapa tahun salah satu dari sahabatnya sakit keras dan ginjalnya tidak berfungsi lagi serta harus menjalani cuci darah. Sedangkan dia adalah orang yang kurang mampu. Kemudian teman-teman dari gerejanya datang membantu,mereka turut prihatin dengan keadaannya dan mereka memberitahukan keadaannya pada sahabatnya. Sahabatnya masih dongkol, kesal dan marah namun sahabat ini sedih melihat keadaan sahabatnya yang terbaring sakit dan akhirnya sahabat ini memutuskan untuk mendonorkan ginjalnya untuk sahabatnya yang sedang sakit ini. Akhirnya sahabat yang sakit ini lama kelamaan pulih dan sembuh dari sakitnya. Sahabat yang sakit ini pada suatu hari berkata kepada sahabatnya " Sahabatku, maafkan aku selama ini ,aku sudah membuatmu berduka, aku bukan sahabat yang baik buatmu. " Lalu kemudian sahabatnya berkata kepada sahabatnya yang sakit " Sudahlah, tidak usah dipikirkan masalah lalu, biar bagaimanapun aku tetap adalah sahabatmu dan kita akan tetap bersahabat sampai mati. "
Setiap orang di dunia ini tentunya menginginkan seseorang sahabat yang bisa menjadi sahabat yang baik baginya. Seseorang dalam hidupnya membutuhkan penghargaan dan kasih dari sahabatnya. Namun, tidak semua orang bisa menjadi sahabat sejati. Amsal 17:17 mengemukakan tentang ciri-ciri seorang sahabat sejati yaitu menaruh kasih setiap waktu, baik suka maupun duka, dan bisa menjadi seorang saudara dalam kesukaran ( bisa memahami dan ikut berempati dengan kesusahan sahabatnya).
Tidak ada orang bisa menjadi sahabat sejati, namun Alkitab memberikan contoh sahabat yang baik yaitu antara Daud dan Yonatan yang tetap mengasihi dalam suka maupun duka dan tetap menjadi sahabat dalam keadaan terjepit sekalipun. Inilah contoh sahabat yang cukup baik menurut Alkitab. Namun kalau kita perhatikan, berbeda dengan sahabat-sahabat Ayub pada saat kesusahan Ayub, mereka meninggalkan Ayub dan menyalahkan Ayub bukan menghibur dan menguatkan Ayub. Demikian juga dengan sahabat dalam perumpamaan tentang anak yang hilang ( Lukas 15) , sahabat-sahabatnya meninggalkannya saat dia berada dalam kesusahan bukan menghibur dan menguatkannya.
Namun kita mempunyai sahabat yang baik seperti Tuhan, tidak ada satu manusiapun yang menjadi sahabat yang baik bagi sahabatnya akan tetapi Tuhan ketika kita dalam suka dan duka dia adalah sahabat kita, tempat kita mengadu, tempat kita bersandar ( Amsal 17:17; Yohanes 15:15). Amin !
..membenci dgn baik..
"Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai" (Pengkhotbah 3:8)
Ayat di atas mengungkapkan bahwa segala sesuatunya memiliki waktu tersendiri, begitu pun dengan membenci. Mungkin ketika membaca hal ini pertama kali, pikiran yang muncul adalah mengenai hukum kasih Allah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang menjadi pengikut Kristus selalu diidentikkan dengan yang namanya KASIH. Lima huruf ini adalah kata yang ampuh untuk "melemahkan" orang Kristiani. Dikatakan ‘melemahkan" karena terkadang orang Kristiani sepertinya tidak bisa melakukan perbuatan selain perbuatan kasih yang ada di dalam pikiran dunia ini.
Bagi sebagian orang kristiani, membenci adalah sebuah sifat yang tidak boleh ada di dalam diri manusia, karena sepertinya bertentangan dengan hukum kasih. Namun, sadarkah kita bahwa membenci adalah sifat yang perlu seorang Kristiani miliki. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari membenci dan memberikan tuntunan bagaimana seharusnya membenci dan apa yang harus kita benci.
Anda harus percaya bahwa apa yang tertulis di dalam Alkitab adalah benar adanya dan merupakan perkataan dan perasaan Allah dan ditulis oleh penulisnya dengan diilhami oleh Roh Kudus. Jadi, Penulis kitab Pengkhotbah pastilah benar saat menuliskan bahwa memang ada waktu untuk membenci.
Dalam Amsal 6:16-19 tertulis "Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.." Dari ayat ini tergambar bahwa TUHAN pun memiliki kebencian. Jadi, tidaklah mungkin orang mengasihi TUHAN, tetapi tidak memiliki kebencian.
Bagaimana membenci dengan baik? Membenci dengan baik adalah membenci apa yang Tuhan benci. Ada beberapa ayat di dalam Alkitab yang mengatakan mengenai apa-apa saja yang dibenci Tuhan. Selain Amsal 6:16-19, penulis kitab Yesaya pun menuliskan mengenai apa yang Tuhan benci. Di dalam Yesaya 61:8 menuliskan, "Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu."
Setiap orang dapat dikenali dari apa yang dia benci. Ketika kita mendengar seseorang mengenai apa yang dia benci, kita dapat mengetahui seperti apa dirinya dan arah hidupnya. Dalam menerapkan membenci dengan baik, ada hal yang harus anda ingat, ‘Bersikap keraslah terhadap hal yang dibenci tersebut, tetapi bersikap lembut kepada pribadinya,'(Go hard on the issue, but soft on the person).
Ketika kita mengaku sebagai orang-orang yang takut akan TUHAN, secara otomatis kita pun harus membenci apa yang TUHAN benci. Ketika kita memiliki kebencian terhadap apa yang kita benci, maka kebencian kita inilah yang melindungi nilai-nilai kita.
Ayat di atas mengungkapkan bahwa segala sesuatunya memiliki waktu tersendiri, begitu pun dengan membenci. Mungkin ketika membaca hal ini pertama kali, pikiran yang muncul adalah mengenai hukum kasih Allah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang menjadi pengikut Kristus selalu diidentikkan dengan yang namanya KASIH. Lima huruf ini adalah kata yang ampuh untuk "melemahkan" orang Kristiani. Dikatakan ‘melemahkan" karena terkadang orang Kristiani sepertinya tidak bisa melakukan perbuatan selain perbuatan kasih yang ada di dalam pikiran dunia ini.
Bagi sebagian orang kristiani, membenci adalah sebuah sifat yang tidak boleh ada di dalam diri manusia, karena sepertinya bertentangan dengan hukum kasih. Namun, sadarkah kita bahwa membenci adalah sifat yang perlu seorang Kristiani miliki. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari membenci dan memberikan tuntunan bagaimana seharusnya membenci dan apa yang harus kita benci.
Anda harus percaya bahwa apa yang tertulis di dalam Alkitab adalah benar adanya dan merupakan perkataan dan perasaan Allah dan ditulis oleh penulisnya dengan diilhami oleh Roh Kudus. Jadi, Penulis kitab Pengkhotbah pastilah benar saat menuliskan bahwa memang ada waktu untuk membenci.
Dalam Amsal 6:16-19 tertulis "Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.." Dari ayat ini tergambar bahwa TUHAN pun memiliki kebencian. Jadi, tidaklah mungkin orang mengasihi TUHAN, tetapi tidak memiliki kebencian.
Bagaimana membenci dengan baik? Membenci dengan baik adalah membenci apa yang Tuhan benci. Ada beberapa ayat di dalam Alkitab yang mengatakan mengenai apa-apa saja yang dibenci Tuhan. Selain Amsal 6:16-19, penulis kitab Yesaya pun menuliskan mengenai apa yang Tuhan benci. Di dalam Yesaya 61:8 menuliskan, "Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu."
Setiap orang dapat dikenali dari apa yang dia benci. Ketika kita mendengar seseorang mengenai apa yang dia benci, kita dapat mengetahui seperti apa dirinya dan arah hidupnya. Dalam menerapkan membenci dengan baik, ada hal yang harus anda ingat, ‘Bersikap keraslah terhadap hal yang dibenci tersebut, tetapi bersikap lembut kepada pribadinya,'(Go hard on the issue, but soft on the person).
Ketika kita mengaku sebagai orang-orang yang takut akan TUHAN, secara otomatis kita pun harus membenci apa yang TUHAN benci. Ketika kita memiliki kebencian terhadap apa yang kita benci, maka kebencian kita inilah yang melindungi nilai-nilai kita.
..rasa bersalah..
Rasa bersalah membuat kita menjadi salah tingkah. Itulah juga yang dialami Petrus. Ia pernah menyangkal Yesus tiga kali. Lalu tiga kali pula Yesus bertanya kepadanya, apakah Petrus mengasihi-Nya. Apakah pertanyaan itu menunjukkan bahwa Yesus masih mengingat-ingat kesalahan Petrus, dan dengan sengaja menyindir Petrus dengan tiga kali bertanya? Demikian pertanyaan Petrus dalam hati. Pertanyaan yang diajukan sama. Lagipula, Yesus sudah tahu jawabannya. Lalu mengapa Dia bertanya kepada Petrus sampai tiga kali?
Pertanyaan Yesus ditanyakan sampai tiga kali, karena pertanyaan itu demikian penting bagi Yesus. Bahwa Petrus mengasihi-Nya—dan mengasihi-Nya dengan sungguh-sungguh, lebih dari apa pun yang dikasihi Petrus. Yesus tidak menghakimi Petrus, bukan pula menyindir atau memojokkannya. Yesus sangat mengasihi Petrus. Dia ingin Petrus terus mengingat bahwa yang terpenting bagi Yesus adalah bahwa Petrus selalu mengasihi-Nya. Jika Petrus mengasihi Yesus, ia akan meng¬gembalakan domba-Nya; ia akan setia; ia akan melayani.
Orang merasa bahwa apa yang penting adalah apa yang ia lakukan; apa talentanya; apa saja yang ia capai. Ada pula yang mesrasa dirinya penting karena orang lain menghargainya—memandang dan mengerti pencapaian yang ia raih. Namun, bagi Yesus, yang terpenting adalah: apakah kita mengasihi Yesus? Apa pun yang kita capai dalam hidup ini tidak akan ada artinya jika kita tidak mengasihi Yesus. Apabila kita mengasihi-Nya, maka dari kasih itu akan lahir pengabdian, pengorbanan, dan kesetiaan untuk melayani Dia.
Pertanyaan Yesus ditanyakan sampai tiga kali, karena pertanyaan itu demikian penting bagi Yesus. Bahwa Petrus mengasihi-Nya—dan mengasihi-Nya dengan sungguh-sungguh, lebih dari apa pun yang dikasihi Petrus. Yesus tidak menghakimi Petrus, bukan pula menyindir atau memojokkannya. Yesus sangat mengasihi Petrus. Dia ingin Petrus terus mengingat bahwa yang terpenting bagi Yesus adalah bahwa Petrus selalu mengasihi-Nya. Jika Petrus mengasihi Yesus, ia akan meng¬gembalakan domba-Nya; ia akan setia; ia akan melayani.
Orang merasa bahwa apa yang penting adalah apa yang ia lakukan; apa talentanya; apa saja yang ia capai. Ada pula yang mesrasa dirinya penting karena orang lain menghargainya—memandang dan mengerti pencapaian yang ia raih. Namun, bagi Yesus, yang terpenting adalah: apakah kita mengasihi Yesus? Apa pun yang kita capai dalam hidup ini tidak akan ada artinya jika kita tidak mengasihi Yesus. Apabila kita mengasihi-Nya, maka dari kasih itu akan lahir pengabdian, pengorbanan, dan kesetiaan untuk melayani Dia.
..hati yg tulus..
Pada suatu ketika di suatu desa ada seorang pemuda yang membanggakan hatinya yang katanya sangat sempurna. Dia berteriak di tengah kerumunan orang sambil memamerkan hatinya itu dan berkata,
" Lihatlah hatiku ini, sangat indah bukan? Lihatlah warna yang merah segar dan bentuknya bagus, benar-benar hati yang sempurna ya."
Maka semua orang memperhatikan hati pemuda itu dan mereka berdecak kagum melihatnya. Tiba-tiba datanglah seorang kakek dan berkata,
" Hatimu memang bagus Nak, tapi kalau aku harus menukar hatiku dengan hatimu, aku tidak akan mau melakukannya."
Maka orang banyak pun beralih memperhatikan hati Sang Kakek itu. Tapi hati Sang Kakek sama sekali tidak bagus, terdapat banyak celah dan bahkan ada bagian yang kosong di hatinya. Sama sekali tidak menarik. Maka dengan terheran-heran anak muda itu bertanya,
" Mengapa engkau tidak mau menukar hatimu yang jelek itu dengan hatiku yang jelas-jelas lebih bagus ini, Kek?"
Sang Kakek menjawab," Hatiku jadi berbentuk begini karena aku sering memberikannya kepada orang lain, bila aku melakukannya, kadang-kadang mereka juga memberikan hati mereka, walaupun tidak sama besar, terdapat banyak celah di hatiku karena aku menerima bagian yang tidak sama dengan yang sudah kuberikan, ada juga orang-orang yang telah kuberikan hatiku tidak memberikan hati mereka juga sebagai balasannya, dan itulah sebabnya mengapa ada bagian-bagian yang kosong dalam ruang hatiku ini. Karena ada sebagian orang seperti engkau anak muda, yang menjaga hatinya rapat-rapat dan tidak mau memberikan sedikit pun hatinya kepada orang lain karena takut dilukai, takut dikhianati dan tidak dibalas."
seperti apakah hati kita??
" Lihatlah hatiku ini, sangat indah bukan? Lihatlah warna yang merah segar dan bentuknya bagus, benar-benar hati yang sempurna ya."
Maka semua orang memperhatikan hati pemuda itu dan mereka berdecak kagum melihatnya. Tiba-tiba datanglah seorang kakek dan berkata,
" Hatimu memang bagus Nak, tapi kalau aku harus menukar hatiku dengan hatimu, aku tidak akan mau melakukannya."
Maka orang banyak pun beralih memperhatikan hati Sang Kakek itu. Tapi hati Sang Kakek sama sekali tidak bagus, terdapat banyak celah dan bahkan ada bagian yang kosong di hatinya. Sama sekali tidak menarik. Maka dengan terheran-heran anak muda itu bertanya,
" Mengapa engkau tidak mau menukar hatimu yang jelek itu dengan hatiku yang jelas-jelas lebih bagus ini, Kek?"
Sang Kakek menjawab," Hatiku jadi berbentuk begini karena aku sering memberikannya kepada orang lain, bila aku melakukannya, kadang-kadang mereka juga memberikan hati mereka, walaupun tidak sama besar, terdapat banyak celah di hatiku karena aku menerima bagian yang tidak sama dengan yang sudah kuberikan, ada juga orang-orang yang telah kuberikan hatiku tidak memberikan hati mereka juga sebagai balasannya, dan itulah sebabnya mengapa ada bagian-bagian yang kosong dalam ruang hatiku ini. Karena ada sebagian orang seperti engkau anak muda, yang menjaga hatinya rapat-rapat dan tidak mau memberikan sedikit pun hatinya kepada orang lain karena takut dilukai, takut dikhianati dan tidak dibalas."
seperti apakah hati kita??
..teruslah berlari anakKu..
AnakKu yang terkasih, Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu. Bukankah baru beberapa minggu yang lalu engkau berjanji tidak akan menyerah? Aku tahu, mungkin minggu-minggu ini terasa sangat sulit bagimu, tapi, anakKu, kuatkan hatimu. Tetaplah berlari dalam track yang sudah kusediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu. Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak, ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah tawarkan dan makanlah. Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan merasa segar kembali. Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan kakimu untuk bergerak maju. Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu, pada tujuan yang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara.
Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu. Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat. Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang. Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.
Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara. Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka. Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish dengan gemilang.
Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.
Sebab itu hai anak-KU, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 TIMOTIUS 2:1
Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu. Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat. Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang. Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.
Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara. Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka. Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish dengan gemilang.
Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.
Sebab itu hai anak-KU, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 TIMOTIUS 2:1
..Bapa, tolong aku..
Tuhan,
Ajari aku berjalan dalam kehendak Mu,
Ajari aku melangkah dalam pimpinan Mu,
Ajari aku menjalani Hari-Hari bersama dengan Mu,
Tuhan...
Aku tak tahu jalan ini,
bila mana aku berjalan,
di sekeliling Ku penuh dengan kegelapan,
Ku perlu pimpinan tangan Mu,
untuk Ku bisa melangkah Dan berjalan Dan tahu arah tujuan yang pasti.
Tuhan...
aku sering terjatuh kerana batu-batu yang tak Ku lihat kerana kegelapan ini,
sakitnya luka itu Tuhan...
namun tangan Mu menarik Ku lalu membersihkan lukaku serta membalutnya.
Tuhan..
aku sudah tidak kuat lagi,
aku tidak bisa melihat di dalam kegelapan ini.
Betapa banyaknya luka-luka mengarungi perjalanan ini,
bekas luka-luka yang lama berdarah kembali karena kerikil-kerikil yang tajam ini.
Aku tersungkur....tanpa Ku sadari air Mata membasahi kedua belah pipi Ku...
Ku coba bangkit Dan melangkah namun aku tidak mampu...
Tuhan...
masih jauhkah perjalanan hidup ini?
Aku sudah tidak kuat lagi Tuhan.
Tuhan....
aku berteriak bersama dengan tangisanku.
Tiba-tiba....
Ku dengar suara lembut Dan sayu berbisik didalam hatiKu
...."inilah sebuah perjalanan hidup,
terkadang engkau akan jatuh Dan bangkit,
jatuh Dan bangkit
Dan jatuh lagi sehingga luka-luka lama mu akan berdarah kembali....
Lihat,
meskipun disekeliling mu penuh dengan kegelapan
namun kamu tidak tahu sebenarnya di hadapan mu itu
Ada terang yang menanti,
Aku membawamu ke tempat yang gelap ini dengan maksud Dan tujuan tertentu."
"Maksud Dan tujuan ?"
Aku coba mengulanginya.
Lalu suara itu melanjutkan,
"ya sebuah maksud dan tujuan yang terbaik bagi mu..
Dan masa depanmu.
Kamu tidak bisa berjalan dalam kegelapan ini tanpa uluran tangan Ku,
lihat kerikil yang tajam itu Aku telah arungi di Golgota
bersama dengan beban yang berat
Dan Aku telah menang .... "
"Tiada seorangpun yang sanggup mengulurkan tangan
ketika Aku jatuh Dan berdarah", kataNya dengan lembut.....
"Perhatikanlah ketika kau jatuh,
Aku Ada bersama dengan mu,
tangan Ku senantiasa terulur untuk membantu
Dan menopangmu,
sebenarnya....
kerikil tajam itu membuat engkau lebih bersandar lagi kepada Ku
Dan menggengam erat tangan Ku,
bahwa kau sebenarnya tidak bisa berjalan dengan kekuatanmu sendiri....
Aku adalah Tuhan yang tidak pernah melakukan kesilapan
Dan kesalahan dalam hidup mu.
Aku senantiasa memberi yang terbaik
Dan bukan kedua terbaik bagimu,
Meski jalan di depanmu adalah suram
Dan gelap yang kau sangat tidak senangi,
tapi yakinlah bahwa.....
Aku akan menggendongmu terus sampai selamanya,
dari rahim ibu mu Aku telah memilihmu...
Dan sampai putih rambutmu pun
Aku adalah Tuhan yang akan tetap menjagamu melindungimu
bahkan sampai selama-lamanya."
"Tuhan..."
aku coba bersuara...
tetapi suara itu melanjutkan lagi,
"ketahuilah dalam kelemahan
Dan air matamu kuasa Ku menjadi sempurna atasmu."
Aku menangis mendengarnya aku tak sanggup mengungkapkan perasaan Ku hanya air Mataku menetes yang memberi jawaban atas semuanya.
ratapan 3:32
"Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya."
mungkin terkadang kita tak mengerti rencanaNya dalam hidup kita..
tapi tenanglah.. Dia tak kan melepaskan kita sebagai "yatim-piatu" d dunia ini.. izinkan tanganNya mendekapmu dalam hangat pelukNya..
Dia mengasihimu..
Ajari aku berjalan dalam kehendak Mu,
Ajari aku melangkah dalam pimpinan Mu,
Ajari aku menjalani Hari-Hari bersama dengan Mu,
Tuhan...
Aku tak tahu jalan ini,
bila mana aku berjalan,
di sekeliling Ku penuh dengan kegelapan,
Ku perlu pimpinan tangan Mu,
untuk Ku bisa melangkah Dan berjalan Dan tahu arah tujuan yang pasti.
Tuhan...
aku sering terjatuh kerana batu-batu yang tak Ku lihat kerana kegelapan ini,
sakitnya luka itu Tuhan...
namun tangan Mu menarik Ku lalu membersihkan lukaku serta membalutnya.
Tuhan..
aku sudah tidak kuat lagi,
aku tidak bisa melihat di dalam kegelapan ini.
Betapa banyaknya luka-luka mengarungi perjalanan ini,
bekas luka-luka yang lama berdarah kembali karena kerikil-kerikil yang tajam ini.
Aku tersungkur....tanpa Ku sadari air Mata membasahi kedua belah pipi Ku...
Ku coba bangkit Dan melangkah namun aku tidak mampu...
Tuhan...
masih jauhkah perjalanan hidup ini?
Aku sudah tidak kuat lagi Tuhan.
Tuhan....
aku berteriak bersama dengan tangisanku.
Tiba-tiba....
Ku dengar suara lembut Dan sayu berbisik didalam hatiKu
...."inilah sebuah perjalanan hidup,
terkadang engkau akan jatuh Dan bangkit,
jatuh Dan bangkit
Dan jatuh lagi sehingga luka-luka lama mu akan berdarah kembali....
Lihat,
meskipun disekeliling mu penuh dengan kegelapan
namun kamu tidak tahu sebenarnya di hadapan mu itu
Ada terang yang menanti,
Aku membawamu ke tempat yang gelap ini dengan maksud Dan tujuan tertentu."
"Maksud Dan tujuan ?"
Aku coba mengulanginya.
Lalu suara itu melanjutkan,
"ya sebuah maksud dan tujuan yang terbaik bagi mu..
Dan masa depanmu.
Kamu tidak bisa berjalan dalam kegelapan ini tanpa uluran tangan Ku,
lihat kerikil yang tajam itu Aku telah arungi di Golgota
bersama dengan beban yang berat
Dan Aku telah menang .... "
"Tiada seorangpun yang sanggup mengulurkan tangan
ketika Aku jatuh Dan berdarah", kataNya dengan lembut.....
"Perhatikanlah ketika kau jatuh,
Aku Ada bersama dengan mu,
tangan Ku senantiasa terulur untuk membantu
Dan menopangmu,
sebenarnya....
kerikil tajam itu membuat engkau lebih bersandar lagi kepada Ku
Dan menggengam erat tangan Ku,
bahwa kau sebenarnya tidak bisa berjalan dengan kekuatanmu sendiri....
Aku adalah Tuhan yang tidak pernah melakukan kesilapan
Dan kesalahan dalam hidup mu.
Aku senantiasa memberi yang terbaik
Dan bukan kedua terbaik bagimu,
Meski jalan di depanmu adalah suram
Dan gelap yang kau sangat tidak senangi,
tapi yakinlah bahwa.....
Aku akan menggendongmu terus sampai selamanya,
dari rahim ibu mu Aku telah memilihmu...
Dan sampai putih rambutmu pun
Aku adalah Tuhan yang akan tetap menjagamu melindungimu
bahkan sampai selama-lamanya."
"Tuhan..."
aku coba bersuara...
tetapi suara itu melanjutkan lagi,
"ketahuilah dalam kelemahan
Dan air matamu kuasa Ku menjadi sempurna atasmu."
Aku menangis mendengarnya aku tak sanggup mengungkapkan perasaan Ku hanya air Mataku menetes yang memberi jawaban atas semuanya.
ratapan 3:32
"Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya."
mungkin terkadang kita tak mengerti rencanaNya dalam hidup kita..
tapi tenanglah.. Dia tak kan melepaskan kita sebagai "yatim-piatu" d dunia ini.. izinkan tanganNya mendekapmu dalam hangat pelukNya..
Dia mengasihimu..
..Dia mengetuk pintu hatimu..
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20) Kata-kata yang paling menyedihkan di dunia ini adalah: "Kami tak punya tempat bagiMu." Yesus telah mengenal kata-kata itu. Ia masih dalam kandungan ibuNya, Maria, ketika pemilik rumah penginapan berkata: "Kami tak memiliki tempat lagi bagi Anda."
Dan ketika Ia tergantung di kayu salib, bukankah itu juga merupakan pernyataan penolakan? "Kami tak memiliki tempat lagi bagiMu di dunia ini."
Bahkan sampai hari ini Yesus mendapat perlakuan yang sama. Ia pergi dari hati ke hati, bertanya apakah Ia boleh masuk. Seringkali Ia disambut baik. Orang membuka pintu hatinya dan mengundang Ia masuk. Dan untuk orang itu Yesus memberikan janjiNya terbesar: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal." (Yohanes 14:2)
Sungguh janji yang indah bagi kita ! Kita memberikan tempat bagi Dia di hati kita dan Dia menyediakan tempat bagi kita di rumahNya.
sudahkah anda memberi tempat bagi Dia??
..Jbu..
Dan ketika Ia tergantung di kayu salib, bukankah itu juga merupakan pernyataan penolakan? "Kami tak memiliki tempat lagi bagiMu di dunia ini."
Bahkan sampai hari ini Yesus mendapat perlakuan yang sama. Ia pergi dari hati ke hati, bertanya apakah Ia boleh masuk. Seringkali Ia disambut baik. Orang membuka pintu hatinya dan mengundang Ia masuk. Dan untuk orang itu Yesus memberikan janjiNya terbesar: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal." (Yohanes 14:2)
Sungguh janji yang indah bagi kita ! Kita memberikan tempat bagi Dia di hati kita dan Dia menyediakan tempat bagi kita di rumahNya.
sudahkah anda memberi tempat bagi Dia??
..Jbu..
..berdoa..
Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menjawab doa mu.
Karena Ia menyertai mu. Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan memberi mu damai sejahtera-Nya.
Karena Ia menghibur dan mengajari mu melangkah hari demi hari yang berat.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun beban mu berat.
Karena Ia mengajari merasakan dan meringankan beban sesama mu.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau merasa Ia tidak dekat lagi.
Karena Ia melihat kesetiaan, keteguhan dan Ia tidak pernah meninggalkan mu.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun segala sesuatu berada diluar rencana mu.
Karena Ia sedang mengajari mu berjalan dalam rencana-Nya.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau difitnah dan dihina.
Karena Ia sedang mengajari merendahkan diri dan memaafkan sesama mu.
Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menegur mu.
Karena Ia mengajar dan menegur orang yang dikasihi-Nya.
Tetaplah berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Karena Ia menyertai dan mengajari seumur hidup mu.
Ayb 22:27a
Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu..
Karena Ia menyertai mu. Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan memberi mu damai sejahtera-Nya.
Karena Ia menghibur dan mengajari mu melangkah hari demi hari yang berat.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun beban mu berat.
Karena Ia mengajari merasakan dan meringankan beban sesama mu.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau merasa Ia tidak dekat lagi.
Karena Ia melihat kesetiaan, keteguhan dan Ia tidak pernah meninggalkan mu.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun segala sesuatu berada diluar rencana mu.
Karena Ia sedang mengajari mu berjalan dalam rencana-Nya.
Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau difitnah dan dihina.
Karena Ia sedang mengajari merendahkan diri dan memaafkan sesama mu.
Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menegur mu.
Karena Ia mengajar dan menegur orang yang dikasihi-Nya.
Tetaplah berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Karena Ia menyertai dan mengajari seumur hidup mu.
Ayb 22:27a
Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu..
..saya belajar..
Saya belajar apa yang saya anggap terbaik, bukan tentu yang terbaik dari-Nya. Dan sebaliknya, yang terbaik dariNya belum tentu kita senangi. Teruslah bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat dan karunia-Nya. Manusia hanya dapat terus berdoa dan berusaha untuk mendapat yang terbaik dari-Nya.
Saya belajar seberat apa pun cobaan yang diberikan oleh-Nya, pada akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab dan berguna. Syukurilah seluruh anugerah-Nya dengan hati ikhlas dan tulus. Everything happens, happens 4 a reasons.
Saya belajar bahwa kedewasaan itu lebih berkaitan dengan berapa banyak pengalaman yang kita miliki dan apa yang kita pelajari dari pengalaman tersebut, dan kurang berkaitan dengan telah berapa tahun usia kita.
Saya belajar walaupun kita berpikir tidak ada lagi yang dapat kita berikan dan lakukan, ketika seorang teman kesusahan dan membutuhkan kita, kita akan selalu menemukan kekuatan dan jalan untuk terus menolong.
Saya belajar jangan membandingkan diri sendiri dan kesusahan kita dengan orang lain, karena masing-masing kita berbeda.
Saya belajar bahwa latar belakang & lingkungan mempengaruhi pribadi saya, tapi kita tetap bertanggung jawab & menentukan masa depan kita sendiri.
Saya belajar bahwa saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita.
Saya belajar bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya dapat berlaku sesuka hati saya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Saya belajar bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...
Saya belajar bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya....
Saya belajar jangan menilai orang dari penampilannya saja, itu bisa menipu. Bicara dan kenalilah orang tersebut lebih mendalam. Setiap orang memiliki kelebihan dan kebaikannya masing-masing,meskipun tidak ada orang yang sempurna di dunia.
Saya belajar di saat susah lebih terlihat mana teman sejati dan bukan.
Saya belajar bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda yang sama, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....
Saya belajar bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....
Saya belajar bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa saat saja untuk menghancurkannya...
Saya belajar bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...
Saya belajar hanya karena 2 orang berbeda pendapat dan tidak terlihat mesra, bukan berarti mereka tidak saling menyayangi, mencintai & setia. Dan hanya karena mereka selalu sependapat dan terlihat mesra, bukan berarti mereka selalu saling menyayangi, mencintai & saling setia.
Saya belajar bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...
Saya belajar bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak menyayangi saya....
Saya belajar bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain menyayangi saya. Saya hanya dapat menunjukkan & melakukan sesuatu untuk orang yang saya sayangi... selanjutnya terserah mereka.
Saya belajar seberat apa pun cobaan yang diberikan oleh-Nya, pada akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab dan berguna. Syukurilah seluruh anugerah-Nya dengan hati ikhlas dan tulus. Everything happens, happens 4 a reasons.
Saya belajar bahwa kedewasaan itu lebih berkaitan dengan berapa banyak pengalaman yang kita miliki dan apa yang kita pelajari dari pengalaman tersebut, dan kurang berkaitan dengan telah berapa tahun usia kita.
Saya belajar walaupun kita berpikir tidak ada lagi yang dapat kita berikan dan lakukan, ketika seorang teman kesusahan dan membutuhkan kita, kita akan selalu menemukan kekuatan dan jalan untuk terus menolong.
Saya belajar jangan membandingkan diri sendiri dan kesusahan kita dengan orang lain, karena masing-masing kita berbeda.
Saya belajar bahwa latar belakang & lingkungan mempengaruhi pribadi saya, tapi kita tetap bertanggung jawab & menentukan masa depan kita sendiri.
Saya belajar bahwa saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita.
Saya belajar bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya dapat berlaku sesuka hati saya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Saya belajar bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...
Saya belajar bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya....
Saya belajar jangan menilai orang dari penampilannya saja, itu bisa menipu. Bicara dan kenalilah orang tersebut lebih mendalam. Setiap orang memiliki kelebihan dan kebaikannya masing-masing,meskipun tidak ada orang yang sempurna di dunia.
Saya belajar di saat susah lebih terlihat mana teman sejati dan bukan.
Saya belajar bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda yang sama, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....
Saya belajar bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....
Saya belajar bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa saat saja untuk menghancurkannya...
Saya belajar bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...
Saya belajar hanya karena 2 orang berbeda pendapat dan tidak terlihat mesra, bukan berarti mereka tidak saling menyayangi, mencintai & setia. Dan hanya karena mereka selalu sependapat dan terlihat mesra, bukan berarti mereka selalu saling menyayangi, mencintai & saling setia.
Saya belajar bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...
Saya belajar bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak menyayangi saya....
Saya belajar bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain menyayangi saya. Saya hanya dapat menunjukkan & melakukan sesuatu untuk orang yang saya sayangi... selanjutnya terserah mereka.
..aku patah hati, Tuhan (another story)..
saya ketawa ngakak begitu baca sms dari adik saya yg sewot karna kelakuan mantan pacarnya..
cowok yg belakangan d ketahui mengidap "narsisme" gag jelas ini punya pacar baru.. (padahal belum ada kata putus dgn dia) dan bersikap alay banged dgn nyebar-nyebarin pacar barunya itu ke mantannya, pake acara minta doa restu aja kayak orang mau sunatan.. hahahhahaa
nyebelin juga si dengernya, abis kemaren2 dia bersikap sok kehilangan adik saya ini, nyatanya dia malah ngeceng cewek lain di belakang.. hemmmm
gag di pungkiri, sifat antisipasi gini juga di miliki cewek. sahabat saya contohnya (gue gakan bilang itu lo, nyet.. hahahah), di depan mantannya dia bersikap sok kehilangan, sok sedih, sok gag mau putus.. padahal di belakang dia udah punya simpenan.. hahahha
dasar manusia..
padahal kalau memang udah gag ada hati, bilang jujur ajj, jgn sok baik, sok setia tapi di belakang nusuk..
yg jadi korban perasaan kan orang2 setia dan sensitiv kayak saya.. =D
kesetian dan keseriusan berkomitmen dewasa ini emang sangat mengkhawatirkan. (kebanyakan org bersikap egois, gag mau nunggu tapi mau di tunggu.. gag sabaran tapi mengwajibkan org buat sabar).
padahal kesetiaan adalah salah satu syarat agar janji Tuhan bisa tergenapi dalam hidup kita..
masalahnya, patut di pertanyakan, bagaimana kita bisa setia pada Dia Yang Tidak Kelihatan kalau pada yg kelihatan aja kita gag bisa setia??
contoh kesetiaan dala cinta di tunjukan oleh Yakub yg mau bekerja selama 7tahun pada Laban demi mendapatkan Rahel (kej 29:23). saat Laban menipunya dgn menggantikan Rahel menjadi Lea(kej 29:23) Yakub tidak berputus asa.. dia rela bekerja 7tahun lagi agar cintanya kepada rahel bisa dia dapatkan.. hemm. sangat supereor.. (ada yg gini gag? boleh hubungin saya.. hahahaha)
contoh cinta sejati yg di buktikan adalah kedatangan Yesus ke dunia untuk mati di kayu salaib(Yoh 3:16).
Allah memberikan bukti betapa Dia sangat mengasihi kita(Yoh 3:16)
bila saat ini kamu mengalami apa yg adik saya alami, tengah terluka, kecewa dan putus asa karna org yg kamu kasihi mengkhianati dan melukai hatimu.. dia begitu mudah melupakanmu padahal kamu sangat mengasihi dia..
bukalah hatimu sahabatku tersayang, terima kenyataan itu meski pahit.. terima bahwa dia tak benar2 mengasihimu.
buktinya dia meninggalkanmu..
jangan persalahkan dirimu dgn ucapan "aku yang salah karna tak bisa menjadi seperti yang dia mau" atau "aku yg salah karna tak bisa mengerti dia". itu sangat tak benar. cinta yg sesungguhnya adalah mencintai yg tidak sempurna dgn cinta yg sempurna.. kalau dia benar2 syg padamu, dia akan terima kau apa adanya..
camkan di hatimu, ada yg benar2 mencintaimu hingga rela mati untukmu, namanya Yesus!
Dia begitu menngasihimu. begitu mencintaimu.. hingga nyawaNya Ia korbankan untukmu..
kasihilah Dia dahulu dgn dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (mrk 12:30)
karna itulah yg akan menyembuhkan tubuhmu, dan menyegarkan tulang-tulangmu (ams 3:8)
Dia sangat perduli akan hidupmua, akan luka hatimu dan airmata yg kau teteskan karna org yg kamu kasihi itu.. serahkan padaNya.. karna Dia berkata : "Marilah kepada-Ku ,semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" mat 11:28
dia mau menanggung kamu (Yes 53)
peracayakan hatimu kepadaNya.. luka yg Dia izinkan menggores hatimu itu adalah cara Dia memanggilmu untuk berharap padaNya.. Dia ingin kamu menyadari kekuatan sejatimu hanya ada padaNya..
trima kebebasan yg datang dari padaNya.. ampuni org yg melukai hatimu itu..
Tuhan yesus sangat mengasihimu..
cowok yg belakangan d ketahui mengidap "narsisme" gag jelas ini punya pacar baru.. (padahal belum ada kata putus dgn dia) dan bersikap alay banged dgn nyebar-nyebarin pacar barunya itu ke mantannya, pake acara minta doa restu aja kayak orang mau sunatan.. hahahhahaa
nyebelin juga si dengernya, abis kemaren2 dia bersikap sok kehilangan adik saya ini, nyatanya dia malah ngeceng cewek lain di belakang.. hemmmm
gag di pungkiri, sifat antisipasi gini juga di miliki cewek. sahabat saya contohnya (gue gakan bilang itu lo, nyet.. hahahah), di depan mantannya dia bersikap sok kehilangan, sok sedih, sok gag mau putus.. padahal di belakang dia udah punya simpenan.. hahahha
dasar manusia..
padahal kalau memang udah gag ada hati, bilang jujur ajj, jgn sok baik, sok setia tapi di belakang nusuk..
yg jadi korban perasaan kan orang2 setia dan sensitiv kayak saya.. =D
kesetian dan keseriusan berkomitmen dewasa ini emang sangat mengkhawatirkan. (kebanyakan org bersikap egois, gag mau nunggu tapi mau di tunggu.. gag sabaran tapi mengwajibkan org buat sabar).
padahal kesetiaan adalah salah satu syarat agar janji Tuhan bisa tergenapi dalam hidup kita..
masalahnya, patut di pertanyakan, bagaimana kita bisa setia pada Dia Yang Tidak Kelihatan kalau pada yg kelihatan aja kita gag bisa setia??
contoh kesetiaan dala cinta di tunjukan oleh Yakub yg mau bekerja selama 7tahun pada Laban demi mendapatkan Rahel (kej 29:23). saat Laban menipunya dgn menggantikan Rahel menjadi Lea(kej 29:23) Yakub tidak berputus asa.. dia rela bekerja 7tahun lagi agar cintanya kepada rahel bisa dia dapatkan.. hemm. sangat supereor.. (ada yg gini gag? boleh hubungin saya.. hahahaha)
contoh cinta sejati yg di buktikan adalah kedatangan Yesus ke dunia untuk mati di kayu salaib(Yoh 3:16).
Allah memberikan bukti betapa Dia sangat mengasihi kita(Yoh 3:16)
bila saat ini kamu mengalami apa yg adik saya alami, tengah terluka, kecewa dan putus asa karna org yg kamu kasihi mengkhianati dan melukai hatimu.. dia begitu mudah melupakanmu padahal kamu sangat mengasihi dia..
bukalah hatimu sahabatku tersayang, terima kenyataan itu meski pahit.. terima bahwa dia tak benar2 mengasihimu.
buktinya dia meninggalkanmu..
jangan persalahkan dirimu dgn ucapan "aku yang salah karna tak bisa menjadi seperti yang dia mau" atau "aku yg salah karna tak bisa mengerti dia". itu sangat tak benar. cinta yg sesungguhnya adalah mencintai yg tidak sempurna dgn cinta yg sempurna.. kalau dia benar2 syg padamu, dia akan terima kau apa adanya..
camkan di hatimu, ada yg benar2 mencintaimu hingga rela mati untukmu, namanya Yesus!
Dia begitu menngasihimu. begitu mencintaimu.. hingga nyawaNya Ia korbankan untukmu..
kasihilah Dia dahulu dgn dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (mrk 12:30)
karna itulah yg akan menyembuhkan tubuhmu, dan menyegarkan tulang-tulangmu (ams 3:8)
Dia sangat perduli akan hidupmua, akan luka hatimu dan airmata yg kau teteskan karna org yg kamu kasihi itu.. serahkan padaNya.. karna Dia berkata : "Marilah kepada-Ku ,semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" mat 11:28
dia mau menanggung kamu (Yes 53)
peracayakan hatimu kepadaNya.. luka yg Dia izinkan menggores hatimu itu adalah cara Dia memanggilmu untuk berharap padaNya.. Dia ingin kamu menyadari kekuatan sejatimu hanya ada padaNya..
trima kebebasan yg datang dari padaNya.. ampuni org yg melukai hatimu itu..
Tuhan yesus sangat mengasihimu..
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
