Pernah gag siy nangis-nangis waktu penyembahan? Pernah berpikir alasannya kenapa?
Sering banget kita, saat sedang menyembah TUHAN, nangis-nangis bombay (ampe semua lubang di muka keluar aer :p) gara-gara masalah yang berat. Entah keingetan di marahin mama tadi pagi, berantem ma temen, di putusin pacar, gag punya uang buat biaya kuliah, disakitin, dan lain-lain.makanya, setelah penyembahan selesai, terkadang ada rasa lega, tapi begitu masalah itu muncul di benak kita, kita inget lagi. Padahal Yesus bilang tiap yang dateng sama Dia akan di beri kelegaan (Matius 11:28), tapi kita udah nangis-nangis berjam-jam digereja, kok tetep gag lega yak? Yang ada mata bengkak, idung sembab, napsu makan lenyap.. terus apa fungsi nyembah TUHAN kalau gitu?
Terkadang, motivasi kita gag bener saat dateng penyembahan. Kita dateng karna kita ingin masalah kita selesai dengan instan. Udah cape mungkin terus larut sama keadaan diri. Bukannya jadi tenang, kita tambah panik saat kita mendapati masalah kita bukannya selesai tapi malah tambah ribet padahal kita udah nyembah TUHAN ampe mimisan. Janji TUHAN jadi kayak lagu Endang, “janji janji tinggal janji..” . terus yang salah siapa? Yesus bilang Dia bakal kasih kelegaan.. (Matius 11:28a) tapi kenapa saya gag dapet kelegaan itu? Karena kamu Cuma baca ayat depannya ajj, coba baca ayat setelahnya.. “pikulah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu..” (Matius 11:29a), -kuk adalah alat yang bebankan kepada sapi atau kerbau untuk membajak - Kelegaan yang Yesus janjikan berarti ada sebuah harga yang harus dibayar, dalam hal ini berarti penyangkalan diri. Mendatangi Yesus dengan motivasi untuk belajar, bukan hanya sekedar melepaskan “kegalauan “ dengan cara instan. Yesus bukan tempat pelarian, melainkan tempat berlari! Saat Yesus dalam keadaan berbeban berat, Dia tidak lari melainkan berserah (Matius 26:42-46). Jawaban dari doa bukan selalu sebuah jalan keluar, tapi terkadang hal itu adalah kekuatan untuk menanggung apa yang sedang kita alami. Sama seperti saat rasul Paulus meminta TUHAN mengangkat beban yang dia sebut duri dalam daging, TUHAN menjawab, cukuplah kasih karuniaKu untukmu.. yang berat, terkadang, kita begitu larut dalam masalah kita hingga melupakan makna sesungguhnya penyembahan, yang kita jadikan ajang curhat dan meratapi masalah kita, akhirnya, kelegaan gag muncul, malah terus larut dalam kesedihan berkepanjangan. Menyembah TUHAN berarti kita menanggalkan masalah kita dan larut dalam hadirat TUHAN, dalam Perjanjian Lama penyembahan berarti tindakan dan sikap segenap hati memberikan diri kita kepada Allah (Ulangan 6:5, Matius 15:8-9, Roma 12:1), bukan karena emosi, sebab emosi itu naik turun sedangkan penyembahan itu harusnya stabil (habakuk 3:17-18).
Raut wajah adalah ekspresi hati, raut wajah sedih berarti ekspresi hati yang tidak bersyukur. Sewaktu raja menyadari kesedihan pada wajah Nehemia, Nehemia ketakutan. Wajah sedih bisa berarti bahwa dia tidak senang dengan pelayanan Raja, da mungkin berarti kematiannya. Datang kehadapan raja dengan hati yang tidak gembira adalah penghinaan. Datang ke hadirat TUHAN dengan ekpresi yag tidak gembira adalah indikasi bahwa kita tidak gembira dengan apa yang telah diberikan, dilakukan dinyatakan dan direncanakan TUHAN bagi kita.
Dalam segi lain, penyembahan juga melibatkan hati yang hancur (Mazmur 51:18-19). Seperti halnya dalam Perjanjian Lama, binatang yang hendak dipersembahkan harus secara fisik dihancurkan terlebih dahulu sebelum dibunuh agar persembahan tersebut berkenan dan menyukakan hati Allah. Persembahan tersebut melambangkan persembahan diri mereka. Penyerehan kehendak dan keinginan pribadi, karena itu hewan yang dipersembahkan tidak boleh bercacat dan bercela. Hati yang hancur berarti Pertobatan hati,kita tidak harus merasa malu apabila kita tidak dapat datang dalam hadiratNya dengan perasaan gembira setiap saat. Yang jelas, hati merindukan Allah yang sungguh-sungguh lebih berharga dari seribu korban bakaran sekalipun.
Menyembah TUHAN berarti kita harus mau melepaskan pengampunan, bukan meminta TUHAN menghakimi (Matius 5:23-24). Banyak dari kita yang gag tau bahaya sakit hati hingga memilih hidup dalam kepahitan. Padahal, TUHAN tidak pernah membela orang yang sakit hati, sekalipun kita berpendapat kita adalah korban orang-orang yang jahat. Yesus berkata “ampunilah..” “berapa kali TUHAN?” Petrus bertanya, “Tujuh puluh kali tujuh kali..” (Matius 19:21-35). TUHAN yang Kudus mau mengampuni kita, siapa kita hingga tidak mau mengampuni orang lain? Dia sendiri mati untuk bisa mengampuni kita. Apakah kita harus mati untuk bisa mengampuni orang lain? Tidak kan?! Yang harus mati adalah keegoisan kita.
Penyembahan dalam bahasa Yunani Proskuneo artinya seperti seekor anjing menjilat tangan tuannya, digunakan paling sedikit 59 kali. Pernah liat seekor anjing yang lari-lari liat tuannya? Sekalipun si tuan dateng bawa kapak, dia gag jadi takut tapi dengan sukacita nyamperin itu tuan, tanpa punya pikiran si tuan bakal menggal dia. Gag pedulli tuannya lupa kasih dia makan, tiap dia ketemu tuannya, dengan gembira dia jilatin tangan tuannya. Beginilah bentuk penyembahan seharusnya, gag peduli Sang Tuan membantu membereskan masalah kita saat itu juga ada beberapa waktu lagi lamanya, menyembah tetap jadi suatu kerduan, bukan menjadi ajang ratapan. Penyembahan itu bukan tentang diri kita, melainkan tentang kebesaran TUHAN. Gag peduli seberat apapun masalahmu, Dia tetap Allah yang Maha Baik. Nabi Habakuk berkata, “sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan buah makanan, kambing domba terhalau dari kurungan dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak dalam TUHAN, beria-ria dalam Allah yang menyelamatkan aku..” (Habakuk 3:17-18). Tidak peduli masalah yang akan menimpanya saat itu, Habakuk tetap berkata “aku akan beria-ria..” luar biasa bukan?
Menyembah Tuhan berarti percaya bahwa TUHAN mampu menyediakan jalan keluar untuk apa yang kita alami, arti kata lain, kita melepaskan masalah kita dan mengucap syukur penuh atas kebaikanNya, sekalipun kita belum bisa melihatnya!
Buah dari penyembahan yang benar:
- Mengalami kelepasan
Kisah Rasul 16:25-26 “kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah.. terjadilah gempa bumi yang hebat.. dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.” Penyembahan menuntun kita kepada kuasa kelepasan yang mengubah hidup dan melepaskan kita dari segala keterikatan.
- Allah mendatangi kita dengan keuntungan
Mazmur 16:7 “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadakku.”
Mazmur 18:4 “terpujilah TUHAN, seruku: maka akupun selamat daripada musuhku”
Mazmur 18:20 ”..Ia menyelamatkan aku karena Ia berkenan kepadaku..”
Mazmur 92:5 “sebab telah Kau buat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaanMu”
Penyembahan Alkitabiah adalah penyembahan yang berdasarkan konsep Allah dan bukan konsep kita. Penyembahan yang sejati tidak pernah mengatakan sesuatu tentang hak-hak kita. Saat menyembah, berarti kita memberikan otoritas penuh kepada TUHAN agar kita dapat bertemu denganNya dan bertumbuh dalam iman. (Contoh, Kejadian 22 – Abraham mempersembahkan Ishak).
..inside of me..
kemuliaan milik Yesus sekarang dan selamanya. amin
Senin, 07 November 2011
Minggu, 19 Desember 2010
..Tuhan, atau hamba?..
siapa Yesus bagimu?
ada yg menjawab, "Tuhan",
"Juruslamatku!",
"Raja",
semua sebutanNya sangat manis.
tapi, sudahkah qta memperlakukan Dia semanis pengakuan qta padaNya?
banyak yg cenderung memperlakukan Dia seperti hamba dari pada tuan. qta menuntut "berkati aqu, Tuhan", "lindungi aqu, Tuhan", "tolong aqu, Tuhan.."
apa ini salah? bukankah Tuhan sendir yg blg, "mintalah maka kamu akan mendapatkan?" (matius 7:7). benar, tapi qta liat point'y. qta menuntut hak qta, tapi, apakah qta sudah melakukan kewajiban qta? ayo intropeksi diri. qta cenderung hanya bisa meminta, tapi, pernahkah qta berusaha menyenangkan hatiNya karna ketulusan? ada berita pait yg harus kau sadari, Tuhan tak membutuhkanmu, kau yg membutuhkan Dia. berhenti perlakukan Dia seenak'y. kau menuntut segala kebaikanNya, tapi kau cenderung melakukan hal yg menyakitkan hatiNya.
Tuhan bilang,
"jangan ada padamu allah lain" (keluaran 20:3)
qta tahan mengobrol berjam-jam dgn pacar qta, tapi, qta untuk menyisihkan beberapa menit dan "mengobrol" dgn Tuhan sehari, seperti'y hal yg berat. qta bisa menerjang hujan untuk ke rumah pacar qta, tapi, sedikit saja halangan bisa buat qta gag ke greja.
Tuhan bilang, "jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dgn sembarangan" (keluaran 20:7)
tapi qta bisa mengatakan "sumpah demi Tuhan" untuk memperkuat alibi qta, bahwa qta tak bersalah. Tuhan bilang "ingatlah dan kuduskanlah hari sabat" (keluaran 20:8)
tapi qta masih melakukan pekerjaan2 qta pada hari dimana seharus'y Tuhan menginginkan hari itu menjadi saat qta bersekutu denganNya. "tapi saya libur kerja hari senin, hari minggu saya harus kerja karna peraturan perusahaan" owh, saya gag bilang bahwa liburmu harus minggu.tapi, apa yg kamu lakukan saat kamu libur.itu yg penting. enam hari kamu harus bekerja, tapi pada hari ketujuh, kamu harus beristirahat. bukan masih ribet membwa pekerjaanmu ke rumah.
Tuhan bilang, "hormatilah ayah dan ibumu" (keluaran 20:12)
tapi qta tega membentak dan melawan saat mereka menasehati qta. oke, kadang mereka memang "sok tau" tapi itu gag bisa jadi alasan kuat kau boleh bersikap kasar pada mereka!
Tuhan bilang, "jangan membunuh" (kekuaran 20:13) tapi kau kerap membuat orang lain merasa tersisih dan mendiskriminasi mereka yg "kurang" menurutmu. membunuh gag selalu mengilangkan nyawa orang dgn pisau atau pistol. diskriminasimu bisa membunuh merka secara perlahan!
Tuhan bilang "jangan berzina" (kejadian 20:14)
tapi kau lebih senang memikirkan perkara duniawimu ketimbang takut akan Tuhan.
Tugan bilang, "jangan mengucapkan saksi dusta" (keluaran 20:16)
tapi kau tega mengatakan hal tak baik yg terkadang kau lebihkan, bahkan cenderung menjatuhkan yg lain agar kau terlihat lebih baik.
Tuhan bilang "jangan mengingini milik sesamamu" (keluaran 20:17)
tapi kau kerap iri hati bila kau melihat orang yg pangkat, kedudukan'y lebih darimu.
bila kau mengakui point2 di atas masih ada dalam hatimu, tanyalah pada dirmu, benarkah kau mengakui bahwa Dia Tuhanmu?
sadarilah, kau ada karna kasih karuniaNya. Dia sangat mengasihimu, Dia mengasihimu bukan karna Dia membutuhkanmu, Dia mengasihmu karna Dia menciptakanmu, karna Dia menganggapmu darah dagingNya, anakNya. jgn perlakukan Dia seenakmu. memaksaNya menuruti kehendakmu, menuntut dan menuntu kebaikanNya sedangkan kau kerap kali melukai hatiNya. kau menyalahkanNya atas hak buruk yg kau alami, tapi, sadarkah kau Dia lebih banyak memberimu kebaikan?
Dia mati di kayu salib untuk membuktikan kasihNya yg dalam padamu, Dia hapus dosamu. pantaskah kau mempersalahkan Dia terus saat kau merasa tak beruntung? kau di selamatkan karna kasih karunia, bukan karna kebaikanmu. belajarlah bersyukur dan memperlakukan Dia layak'y yg kau akui dalam doamu. Dia mengerti apa yg kau butuhkan sebelum kau menyadari'y. belajar senangkan hatiNya..
"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
(Lukas 17:10).
Jbu
ada yg menjawab, "Tuhan",
"Juruslamatku!",
"Raja",
semua sebutanNya sangat manis.
tapi, sudahkah qta memperlakukan Dia semanis pengakuan qta padaNya?
banyak yg cenderung memperlakukan Dia seperti hamba dari pada tuan. qta menuntut "berkati aqu, Tuhan", "lindungi aqu, Tuhan", "tolong aqu, Tuhan.."
apa ini salah? bukankah Tuhan sendir yg blg, "mintalah maka kamu akan mendapatkan?" (matius 7:7). benar, tapi qta liat point'y. qta menuntut hak qta, tapi, apakah qta sudah melakukan kewajiban qta? ayo intropeksi diri. qta cenderung hanya bisa meminta, tapi, pernahkah qta berusaha menyenangkan hatiNya karna ketulusan? ada berita pait yg harus kau sadari, Tuhan tak membutuhkanmu, kau yg membutuhkan Dia. berhenti perlakukan Dia seenak'y. kau menuntut segala kebaikanNya, tapi kau cenderung melakukan hal yg menyakitkan hatiNya.
Tuhan bilang,
"jangan ada padamu allah lain" (keluaran 20:3)
qta tahan mengobrol berjam-jam dgn pacar qta, tapi, qta untuk menyisihkan beberapa menit dan "mengobrol" dgn Tuhan sehari, seperti'y hal yg berat. qta bisa menerjang hujan untuk ke rumah pacar qta, tapi, sedikit saja halangan bisa buat qta gag ke greja.
Tuhan bilang, "jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dgn sembarangan" (keluaran 20:7)
tapi qta bisa mengatakan "sumpah demi Tuhan" untuk memperkuat alibi qta, bahwa qta tak bersalah. Tuhan bilang "ingatlah dan kuduskanlah hari sabat" (keluaran 20:8)
tapi qta masih melakukan pekerjaan2 qta pada hari dimana seharus'y Tuhan menginginkan hari itu menjadi saat qta bersekutu denganNya. "tapi saya libur kerja hari senin, hari minggu saya harus kerja karna peraturan perusahaan" owh, saya gag bilang bahwa liburmu harus minggu.tapi, apa yg kamu lakukan saat kamu libur.itu yg penting. enam hari kamu harus bekerja, tapi pada hari ketujuh, kamu harus beristirahat. bukan masih ribet membwa pekerjaanmu ke rumah.
Tuhan bilang, "hormatilah ayah dan ibumu" (keluaran 20:12)
tapi qta tega membentak dan melawan saat mereka menasehati qta. oke, kadang mereka memang "sok tau" tapi itu gag bisa jadi alasan kuat kau boleh bersikap kasar pada mereka!
Tuhan bilang, "jangan membunuh" (kekuaran 20:13) tapi kau kerap membuat orang lain merasa tersisih dan mendiskriminasi mereka yg "kurang" menurutmu. membunuh gag selalu mengilangkan nyawa orang dgn pisau atau pistol. diskriminasimu bisa membunuh merka secara perlahan!
Tuhan bilang "jangan berzina" (kejadian 20:14)
tapi kau lebih senang memikirkan perkara duniawimu ketimbang takut akan Tuhan.
Tugan bilang, "jangan mengucapkan saksi dusta" (keluaran 20:16)
tapi kau tega mengatakan hal tak baik yg terkadang kau lebihkan, bahkan cenderung menjatuhkan yg lain agar kau terlihat lebih baik.
Tuhan bilang "jangan mengingini milik sesamamu" (keluaran 20:17)
tapi kau kerap iri hati bila kau melihat orang yg pangkat, kedudukan'y lebih darimu.
bila kau mengakui point2 di atas masih ada dalam hatimu, tanyalah pada dirmu, benarkah kau mengakui bahwa Dia Tuhanmu?
sadarilah, kau ada karna kasih karuniaNya. Dia sangat mengasihimu, Dia mengasihimu bukan karna Dia membutuhkanmu, Dia mengasihmu karna Dia menciptakanmu, karna Dia menganggapmu darah dagingNya, anakNya. jgn perlakukan Dia seenakmu. memaksaNya menuruti kehendakmu, menuntut dan menuntu kebaikanNya sedangkan kau kerap kali melukai hatiNya. kau menyalahkanNya atas hak buruk yg kau alami, tapi, sadarkah kau Dia lebih banyak memberimu kebaikan?
Dia mati di kayu salib untuk membuktikan kasihNya yg dalam padamu, Dia hapus dosamu. pantaskah kau mempersalahkan Dia terus saat kau merasa tak beruntung? kau di selamatkan karna kasih karunia, bukan karna kebaikanmu. belajarlah bersyukur dan memperlakukan Dia layak'y yg kau akui dalam doamu. Dia mengerti apa yg kau butuhkan sebelum kau menyadari'y. belajar senangkan hatiNya..
"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
(Lukas 17:10).
Jbu
Rabu, 15 Desember 2010
..komitmen..
pacaran itu harus'y buat bahagia, seneng, kalo perasaan ini udah gag di dapet dalam suatu hubungan, buat apa dipertahanin?
banyak yg beralasan, karna gag bisa ke lain hati..
karna dia dulu syg bgd sama qta..
karna dia yg terbaik..
dan "karna" yg lain'y.
padahal kenyataan'y, dia udah berubah.
yg tadi'y bilang "i love u" tiap menit, sekarang ucapan permenit'y "apa si kamu?gag penting bgd"
yg tadi'y rajin bilang "kangen kamu"
skarang rajin nolak di tlv dan rajin gag bls sms
yg tadi'y suka ngebujuk kalo qta ngambek, sekarang malah suka ikut ngambek balik.
wew
kata'y "sayang" tapi kok nyakitin ya?
menurut saya, ini udah gag sehat. gimanapun juga, hubungan yg sehat harus membangun karakter yg baik, tanpa menyakiti satu sama lain. tapi, kalau kasus'y gini, yg banyak memberi kasih ini pasti terluka. bayang2 kebaikan masa lalu pasangan yg berubah jadi acuh ini jadi seperti bom waktu yg malah melukai. klise emang, orang, kalau lagi pendekatan yg diliatin yg bagus'y doank.. kalau di tamya balik, mau gag di gituin? bisa dgn lantang jawab "gag lah!"
padahal, hukum yg Yesus ajarkan adalah "perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan" (lukas 6:31)
gag mau disakitin? jgn nyakitin donk. gag mau dicuekin? jgn nyuekin donk.simpel kan?
kenyataan'y gag sesimpel ini. masih banyak org yg suka bersikap se'enak'y, ditinggalin gag mau, tapi menjalani hubungan'y seperti ogah2an dan se'enak'y.
ckckck
gimanapun juga, sebuah hubungan itu harus dilandasi "memberi dan menerima"
gag bisa dipungkiri, yg satu akan memberi banyak tapi menerima sedikit, karna kadar memperlihatkan rasa sayang pada tiap orang berbeda, tapi gimanapun juga, qta gag bsa menerima tanpa mau memberi.
setiap orang butuh pengakuan dan rasa dimiliki. kamu gag bisa mengasihi tanpa memberi sesuatu, kaya pengertianmu saat dia kesepian, perhatianmu saat dia sakit, ungkapan sayangmu saat dia sedih, rasa tanggung jawabmu pada hubungan kalian, dgn gag bersikap "centil" dibelakang dia (hukum kasih, mau gag liat dia sayang2an sama lawan jenis'y dibelakang kamu? so, jgn berlaku seperti itu dibelakang dia)
berpegang pada komitmen awal, hubungan kalian mau dibawa kemana?
dengan belajar buat saling mengerti, saling mengenal dan komunikasi yg benar, gag akan ada lagi pertengkaran yg buat kalian jadi larut dalam kesedihan gag jelas, gag ada cemburu buta. rasa percaya gag bisa di bangun dalam waktu singkat, butuh tindakan nyata.
belajar bertahan dan berlaku adil pada pasanganmu.
sebelum dia akhir'y gag tahan dan pergi.
kalaupun mungkin kamu gag ada hati dgn pasanganmu saat ini, jujurlah pada'y.
jgn menyakiti kalau kamu gag ingn disakiti.
dengan belajar saling terbuka ini, lambat laun kalian akan dewasa dalam hubungan kalian, dan matang untuk menjalin ikatan yg lebih serius.
jgn lupakan dasar'y, kasih sejati.
belajarlah dari Yesus, Dia terbuka memberitahumu apa yg Dia siapkan untukmu, komitmen Yesus untuk menjaga hatimu Dia ungkapkan dgn jelas dan terbuka. itulah cara mencintai, belajar mengatakan dan bertindak sesuai perktaanmu. belajar berkomitmen.
"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8).
be blessed
Jbu
banyak yg beralasan, karna gag bisa ke lain hati..
karna dia dulu syg bgd sama qta..
karna dia yg terbaik..
dan "karna" yg lain'y.
padahal kenyataan'y, dia udah berubah.
yg tadi'y bilang "i love u" tiap menit, sekarang ucapan permenit'y "apa si kamu?gag penting bgd"
yg tadi'y rajin bilang "kangen kamu"
skarang rajin nolak di tlv dan rajin gag bls sms
yg tadi'y suka ngebujuk kalo qta ngambek, sekarang malah suka ikut ngambek balik.
wew
kata'y "sayang" tapi kok nyakitin ya?
menurut saya, ini udah gag sehat. gimanapun juga, hubungan yg sehat harus membangun karakter yg baik, tanpa menyakiti satu sama lain. tapi, kalau kasus'y gini, yg banyak memberi kasih ini pasti terluka. bayang2 kebaikan masa lalu pasangan yg berubah jadi acuh ini jadi seperti bom waktu yg malah melukai. klise emang, orang, kalau lagi pendekatan yg diliatin yg bagus'y doank.. kalau di tamya balik, mau gag di gituin? bisa dgn lantang jawab "gag lah!"
padahal, hukum yg Yesus ajarkan adalah "perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan" (lukas 6:31)
gag mau disakitin? jgn nyakitin donk. gag mau dicuekin? jgn nyuekin donk.simpel kan?
kenyataan'y gag sesimpel ini. masih banyak org yg suka bersikap se'enak'y, ditinggalin gag mau, tapi menjalani hubungan'y seperti ogah2an dan se'enak'y.
ckckck
gimanapun juga, sebuah hubungan itu harus dilandasi "memberi dan menerima"
gag bisa dipungkiri, yg satu akan memberi banyak tapi menerima sedikit, karna kadar memperlihatkan rasa sayang pada tiap orang berbeda, tapi gimanapun juga, qta gag bsa menerima tanpa mau memberi.
setiap orang butuh pengakuan dan rasa dimiliki. kamu gag bisa mengasihi tanpa memberi sesuatu, kaya pengertianmu saat dia kesepian, perhatianmu saat dia sakit, ungkapan sayangmu saat dia sedih, rasa tanggung jawabmu pada hubungan kalian, dgn gag bersikap "centil" dibelakang dia (hukum kasih, mau gag liat dia sayang2an sama lawan jenis'y dibelakang kamu? so, jgn berlaku seperti itu dibelakang dia)
berpegang pada komitmen awal, hubungan kalian mau dibawa kemana?
dengan belajar buat saling mengerti, saling mengenal dan komunikasi yg benar, gag akan ada lagi pertengkaran yg buat kalian jadi larut dalam kesedihan gag jelas, gag ada cemburu buta. rasa percaya gag bisa di bangun dalam waktu singkat, butuh tindakan nyata.
belajar bertahan dan berlaku adil pada pasanganmu.
sebelum dia akhir'y gag tahan dan pergi.
kalaupun mungkin kamu gag ada hati dgn pasanganmu saat ini, jujurlah pada'y.
jgn menyakiti kalau kamu gag ingn disakiti.
dengan belajar saling terbuka ini, lambat laun kalian akan dewasa dalam hubungan kalian, dan matang untuk menjalin ikatan yg lebih serius.
jgn lupakan dasar'y, kasih sejati.
belajarlah dari Yesus, Dia terbuka memberitahumu apa yg Dia siapkan untukmu, komitmen Yesus untuk menjaga hatimu Dia ungkapkan dgn jelas dan terbuka. itulah cara mencintai, belajar mengatakan dan bertindak sesuai perktaanmu. belajar berkomitmen.
"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8).
be blessed
Jbu
Senin, 13 Desember 2010
..menghakimi?..
disadari apa gag, qta punya jiwa "hakim" kelas berat. sedikit mendapati hal yg diluar nilai qta untuk sesuatu yg "baik" atau "benar", qta langsung mengklaim hal itu salah.
contoh ringan, karna tetangga sbelah kiri qta sering membantu qta, kesimpulan'y dy "baik", karna tetangga sebelah kanan qta gag pernah bantu qta, kesimpulan'y dy "sombong".
hidup yg "baik" dan "benar" dikacamata qta adalah punya pekerjaan normal dan halal, punya keluarga yg normal juga, dan "kebenaran" lain'y.
so, kalo qta liat pemungut cukai atw org yg kumpul kebo, atw jadi simpanan, qta simpulkan bhwa dy orang berdosa.
mantabh.
ada sebuah kisah, seorang wanita yg meninggalkan agama'y, dan hidup dgn seorang pria menjadi istri k-3.
dy dibuang keluarga'y, dimusuhi keluarga suami'y, dan dihakimi jemaat greja yg menjadi tempat dy ibadah. manis sekali hidup'y, dgn menangis dy blg "kk gag mau hidup seperti ini, tapi kalo kk tinggalin suami kk, gmana k-2 anak kk?kk gag punya siapa2 lagi."
saya gag membenarkan tindakan'y, tapi saya pilu mendapati sekitar'y yg cenderung menghakimi tanpa memberi jalan keluar.
oke, dy salah, karna dy tlah hidup dgn suami orang (diluar konteks mreka menikah resmi atau gag). tapi, apakah berarti harus dijauhi dan di ingatkan terus bahwa dy pendosa?
adakah yg telah qta berbuat agar dy bisa lepas dari jalan'y yg "jahat" ini?
alangkah mudah'y "mengkotbahi" orang lain dgn kata2 bagaimana hidup dalam Tuhan yg benar, tapi sulit'y melakukan sesuatu agar mereka lepas dari belenggu dosa itu. para "pendosa" ini menyadari kesalahan'y, tapi haruskah qta menyadarkan mereka dgn cara menghakimi dan menjauhi'y?
bayangkan apa yg terjadi apabila Yesus ikut2an menghakimi dan melempar batu kepada maria magdalena (yoh 8:1-11), dan bukan mengampuni'y?
bayangkan apabila Yesus berkotabah panjang lebar soal kasih kepada zakheus (lukas 19:1-10) tapi gag mau merangkul'x sebagai orang yg berhak mendapat perhatian juga?
mungkin mereka gag akan bertobat seperti yg Alkitab katakan.
yg membuat mereka bertobat bukan cuma sekedar tayangan ulang bahwa dy orang berdosa, tari rasa dihargai, rasa dikasihi, rasa bahwa meski mereka berdosa, masih ada jalan untuk meninggalkan'y.
mari berkaca, qta mungkin mempunyai hidup normal, tapi bukan berarti qta hidup benar. coba cek hati qta, apakah qta gag pernah menyimpan iri hati pada oranglain? apakah qta gag pernah merasa diri qta benar dan orang salah?
Yesus menginginkan belas kasihan, bukan sekedar persembahan tanpa hati. selidiki hati qta, sadari, apakah karna dosa qta tak sekentara dosa orang lain maka qta punya hak untuk menghakimi?
Yesus datang untuk memanggil orang berdosa, orang2 yg tau bahwa mereka hina, miskin, bukan orang2 benar.
benar dimatamu belum tentu benar dimata Tuhan.
apa guna'y dipuja dan dihormati manusia tapi di benci Tuhan?
hemm..
Jbu ajj deh
hehe
contoh ringan, karna tetangga sbelah kiri qta sering membantu qta, kesimpulan'y dy "baik", karna tetangga sebelah kanan qta gag pernah bantu qta, kesimpulan'y dy "sombong".
hidup yg "baik" dan "benar" dikacamata qta adalah punya pekerjaan normal dan halal, punya keluarga yg normal juga, dan "kebenaran" lain'y.
so, kalo qta liat pemungut cukai atw org yg kumpul kebo, atw jadi simpanan, qta simpulkan bhwa dy orang berdosa.
mantabh.
ada sebuah kisah, seorang wanita yg meninggalkan agama'y, dan hidup dgn seorang pria menjadi istri k-3.
dy dibuang keluarga'y, dimusuhi keluarga suami'y, dan dihakimi jemaat greja yg menjadi tempat dy ibadah. manis sekali hidup'y, dgn menangis dy blg "kk gag mau hidup seperti ini, tapi kalo kk tinggalin suami kk, gmana k-2 anak kk?kk gag punya siapa2 lagi."
saya gag membenarkan tindakan'y, tapi saya pilu mendapati sekitar'y yg cenderung menghakimi tanpa memberi jalan keluar.
oke, dy salah, karna dy tlah hidup dgn suami orang (diluar konteks mreka menikah resmi atau gag). tapi, apakah berarti harus dijauhi dan di ingatkan terus bahwa dy pendosa?
adakah yg telah qta berbuat agar dy bisa lepas dari jalan'y yg "jahat" ini?
alangkah mudah'y "mengkotbahi" orang lain dgn kata2 bagaimana hidup dalam Tuhan yg benar, tapi sulit'y melakukan sesuatu agar mereka lepas dari belenggu dosa itu. para "pendosa" ini menyadari kesalahan'y, tapi haruskah qta menyadarkan mereka dgn cara menghakimi dan menjauhi'y?
bayangkan apa yg terjadi apabila Yesus ikut2an menghakimi dan melempar batu kepada maria magdalena (yoh 8:1-11), dan bukan mengampuni'y?
bayangkan apabila Yesus berkotabah panjang lebar soal kasih kepada zakheus (lukas 19:1-10) tapi gag mau merangkul'x sebagai orang yg berhak mendapat perhatian juga?
mungkin mereka gag akan bertobat seperti yg Alkitab katakan.
yg membuat mereka bertobat bukan cuma sekedar tayangan ulang bahwa dy orang berdosa, tari rasa dihargai, rasa dikasihi, rasa bahwa meski mereka berdosa, masih ada jalan untuk meninggalkan'y.
mari berkaca, qta mungkin mempunyai hidup normal, tapi bukan berarti qta hidup benar. coba cek hati qta, apakah qta gag pernah menyimpan iri hati pada oranglain? apakah qta gag pernah merasa diri qta benar dan orang salah?
Yesus menginginkan belas kasihan, bukan sekedar persembahan tanpa hati. selidiki hati qta, sadari, apakah karna dosa qta tak sekentara dosa orang lain maka qta punya hak untuk menghakimi?
Yesus datang untuk memanggil orang berdosa, orang2 yg tau bahwa mereka hina, miskin, bukan orang2 benar.
benar dimatamu belum tentu benar dimata Tuhan.
apa guna'y dipuja dan dihormati manusia tapi di benci Tuhan?
hemm..
Jbu ajj deh
hehe
Kamis, 25 November 2010
..luka hati..
hati mengenal kepedihan'y sendiri,
& org lain tak dapat turut merasakan kesenangan'y
Amsal 14:10
di dalam tertawapun hati dapat merana
& kesukaan dapat berakhir dgn kedukaan
Amsal 14:13
org yg menyanyikan nyanyian untuk hati yg sedih
adalah sperti org yg menanggalkan baju di musim dingin,
& seperti cuka pada luka..
Amsal 25:20
ini semua tentang luka.
qta semua kerap menyimpan luka dan kepedihan, seakan semua itu harta berharga yg membuat qta belajar darinya. menyimpan sakit hati bukanlah cara yg benar untuk belajar dari pengalaman pait yg qta alami.
hal menarik yg Yesus ajarkan adalah berikan pipi kananmu pada yg menampar pipi kirimu. trdengar berat dan menyedihkan memang, tapi sadarilah, di sngaja ataupun tidak, qta kerap melukai hati orang lain, trutama hati Tuhan. blajar mengampuni dan melupakan luka hati berati menyadari bahwa qta pun tak berbeda dari org yg melukai qta. ksadaran membuahkan pengampunan, pengampunan menyukakan hati Tuhan.
jgn merasa tak ada yg mengerti luka hatimu, jgn trsinggung apa bila ada yg mencoba mengorek masa lalumu yg pedih, trima itu sbgai bagian dr hdup dan tersenyumlah sbab kau tak sendiri.
Yesus mengalami smua'y dan Dia tlah menang agar kau pun bsa menang!
bangkit!
biarkan luka itu menjadi pelajaran agar kau tak melakukan yg sama pada orang lain, bukan agar orang lain tak melakukan itu padamu. kamu adalah anak pewaris kerajaan Allah. berlakulah seperti anak-anak Raja. Yesus adalah Raja qta, Bapa qta, tauladan bagaimana qta harus berlaku dalam hidup.
"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya." (Yesaya 53:7).
Bayangkan, betapa dalam'y penderitaan Yesus. Gag cuma penderitaan fisik, tapi jga kesepian karna di tinggalkan.
apakah Yesus berhenti percaya pada petrus setelah Dia di khianati? tidak.
Raja qta tidak membiarkan kesakitanNya sbgai penghalang kasihNya.sbgai anak Raja, anakNya, qta wajib menuruti langkahNya. membiarkan hati qta terluka bukan hal buruk, biarlah dunia mendukakan qta. Mana yg kamu mau, menyukakan hati iblis yg senang menyulut sakit hati dan dendam, atau menyukakan hati Bapa yg slalu mengampuni sebesar apapun kesalahanmu?
serahkan lukamu pada Yesus, Dia mengerti!
Dia rindu menenangkan hatimu..
"Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai."
(Ibrani 2:18).
Jbu
& org lain tak dapat turut merasakan kesenangan'y
Amsal 14:10
di dalam tertawapun hati dapat merana
& kesukaan dapat berakhir dgn kedukaan
Amsal 14:13
org yg menyanyikan nyanyian untuk hati yg sedih
adalah sperti org yg menanggalkan baju di musim dingin,
& seperti cuka pada luka..
Amsal 25:20
ini semua tentang luka.
qta semua kerap menyimpan luka dan kepedihan, seakan semua itu harta berharga yg membuat qta belajar darinya. menyimpan sakit hati bukanlah cara yg benar untuk belajar dari pengalaman pait yg qta alami.
hal menarik yg Yesus ajarkan adalah berikan pipi kananmu pada yg menampar pipi kirimu. trdengar berat dan menyedihkan memang, tapi sadarilah, di sngaja ataupun tidak, qta kerap melukai hati orang lain, trutama hati Tuhan. blajar mengampuni dan melupakan luka hati berati menyadari bahwa qta pun tak berbeda dari org yg melukai qta. ksadaran membuahkan pengampunan, pengampunan menyukakan hati Tuhan.
jgn merasa tak ada yg mengerti luka hatimu, jgn trsinggung apa bila ada yg mencoba mengorek masa lalumu yg pedih, trima itu sbgai bagian dr hdup dan tersenyumlah sbab kau tak sendiri.
Yesus mengalami smua'y dan Dia tlah menang agar kau pun bsa menang!
bangkit!
biarkan luka itu menjadi pelajaran agar kau tak melakukan yg sama pada orang lain, bukan agar orang lain tak melakukan itu padamu. kamu adalah anak pewaris kerajaan Allah. berlakulah seperti anak-anak Raja. Yesus adalah Raja qta, Bapa qta, tauladan bagaimana qta harus berlaku dalam hidup.
"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya." (Yesaya 53:7).
Bayangkan, betapa dalam'y penderitaan Yesus. Gag cuma penderitaan fisik, tapi jga kesepian karna di tinggalkan.
apakah Yesus berhenti percaya pada petrus setelah Dia di khianati? tidak.
Raja qta tidak membiarkan kesakitanNya sbgai penghalang kasihNya.sbgai anak Raja, anakNya, qta wajib menuruti langkahNya. membiarkan hati qta terluka bukan hal buruk, biarlah dunia mendukakan qta. Mana yg kamu mau, menyukakan hati iblis yg senang menyulut sakit hati dan dendam, atau menyukakan hati Bapa yg slalu mengampuni sebesar apapun kesalahanmu?
serahkan lukamu pada Yesus, Dia mengerti!
Dia rindu menenangkan hatimu..
"Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai."
(Ibrani 2:18).
Jbu
..kasih Yesus untukmu..
Dia menjadi miskin agar qta menjadi kaya
(2 korintus 8:9)
Dia menjadi lemah agar qta menjadi kuat
(ibrani 12:3)
Dia menderita agar qta bisa berbahagia (Yohanes 14:3)
Dia mati agar qta bisa hidup
(Yohanes 10:11)
Dia berteriak karena ditinggalkan...
(matius 27:46)
agar qta bisa memiliki sahabat dalam kesedihan qta
(Yohanes 14:18-20)
qta menjadi alasanNya untuk menanggung penderitaan yg tak seharus'y Ia tanggung
(Yesaya 53:5)
qta adalah jantung hatiNya yg membuat Dia teguh di salib atas dosa yg qta perbuat
(Yesaya 53:7)
qta adalah airmata yg Ia cucurkan saat harus tergantung lemah di atas kayu salib
(Yesaya 53:8-9)
slalu tentang qta & qta
Dia merendahkan dirINya menjadi serupa dengan qta
(Filipi 2:8)
agar qta tak binasa melainkan memperoleh hidup yg kekal
(Yohanes 3:16)
sudahkah kau membalas kebaikan & kasihNya?
sadarkah kau, bahwa keberadaan qta adalah karna kemurahanNya?
(Efesus 2:8)
..berbahagialah merka yg tidak menjadi kecewa karna menolak Aku..
(Matius 11:6)
Jbu
(2 korintus 8:9)
Dia menjadi lemah agar qta menjadi kuat
(ibrani 12:3)
Dia menderita agar qta bisa berbahagia (Yohanes 14:3)
Dia mati agar qta bisa hidup
(Yohanes 10:11)
Dia berteriak karena ditinggalkan...
(matius 27:46)
agar qta bisa memiliki sahabat dalam kesedihan qta
(Yohanes 14:18-20)
qta menjadi alasanNya untuk menanggung penderitaan yg tak seharus'y Ia tanggung
(Yesaya 53:5)
qta adalah jantung hatiNya yg membuat Dia teguh di salib atas dosa yg qta perbuat
(Yesaya 53:7)
qta adalah airmata yg Ia cucurkan saat harus tergantung lemah di atas kayu salib
(Yesaya 53:8-9)
slalu tentang qta & qta
Dia merendahkan dirINya menjadi serupa dengan qta
(Filipi 2:8)
agar qta tak binasa melainkan memperoleh hidup yg kekal
(Yohanes 3:16)
sudahkah kau membalas kebaikan & kasihNya?
sadarkah kau, bahwa keberadaan qta adalah karna kemurahanNya?
(Efesus 2:8)
..berbahagialah merka yg tidak menjadi kecewa karna menolak Aku..
(Matius 11:6)
Jbu
Selasa, 23 November 2010
..KEHILANGAN..
saya benci rasa kehilangan. saat qta di tinggalkan orang yg qta kasihi, rasa tak mengerti qta terkadang membuat qta harus menunggu'y.
menunggu dia sadar dan kembali pada qta, padahal mungkin selama'y dia gag bakal balik dgn qta.
nyata'y, penyakit menunggu yg ga pasti ini sering melanda orang2 yg di tinggal.
karna itu, saya lebih suka meninggalkan dari pada di tinggalkan. saya benci menunggu, apa lagi menunggu sesuatu yg gag pasti bakal balik. kalo saya yg memutuskan pergi, meski mungkin awal'y menyakitkan, tapi se'enggak'y keputusan itu saya yg ambil. apa yg mau saya tunggu? toh saya yg memutuskan pergi. sedikit rasa sesal, sedikit kepedihan tapi gag ada rasa menanti dia kembali. Masalah selesai.
mau di akui apa gag, banyak yg berpikir seperti saya. qta menjaga hati qta sedemikian rupa dan anti terluka. tanpa qta sadari, kelakuan qta merugikan diri qta dan orang yg mengasihi qta. bertahan pada situasi gag jelas memang menyakitkan. Tapi, pergi sebelum mencoba itu tindakan paling pengecut.
saat saya memiliki masalah dgn pacar saya, terutama tentang keluarga atau masa lalu'y, saya lebih suka mundur dari pada bertahan. saya ga mau terluka bila akhir'y dia milih buat pergi.
penjagaan hati yg berlebihan. saya mengatakan ini bukti betapa saya mengasihi dia, nyata'y ini tindakan egois, saya gag mau terluka.
padahal, belum tentu dia meninggalkan saya? seperti'y paham egoisme dan i always right saya blum punah. saya begitu menyedihkan. seriusly, skarang saya sadar kenapa saya gag pernah bisa pacaran lama..
yakub pernah terpaksa menunggu. saat laban menipu'y dgn menikahkan dia dgn lea dan bukan rahel yg dia kasihi. tapi, yakub lebih suka menunggu 7 tahun lagi dari pada mdnikmati hidup dgn lea. padahal gag ada jaminan apa dia akan bahagia kalau ribka menjadi milik'y,yg dia tau bahwa dia mengasihi rahel dan itu cukup.
buah'y adalah, dia berhasil mendapatkan lea.
rasa di tipu bisa saja membuat yakub putus asa dan memilih pergi.tapi, yakub memilih bertahan.
Tuhan Yesus mengajarkan qta untuk tidak menjadi pengecut.selama qta hidup di dunia, terluka, kepedihan, adalah hal normal yg mungkin akan qta alami. Yesus sendiri mengalami di tinggalkan, mengalami penolakan, tapi Dia menghadapi'y. Dia tau bahwa meskipun Dia mengorbankan sgala milikNya, gag akan menjamin semua kekasih hatiNya (baca : qta) untuk mengasihiNya jga.tapi, Dia bertahan.
Dia tau apa itu rasa sakit, Dia sering kecewa, tapi hati qta lebih berharga dari pada segala kemuliaanNya.
menyakitkan.
huhu.
mungkin, meski qta udah berusaha sekuat hati, ujung'y qta akan tetap di tinggalkan..
tapi,
akan lebih menyedihkan kalau qta pergi tanpa mencoba melakukan yg terbaik.
qta akan keluar sbgai pemenang kehidupan.
med berjuang
Jbu
menunggu dia sadar dan kembali pada qta, padahal mungkin selama'y dia gag bakal balik dgn qta.
nyata'y, penyakit menunggu yg ga pasti ini sering melanda orang2 yg di tinggal.
karna itu, saya lebih suka meninggalkan dari pada di tinggalkan. saya benci menunggu, apa lagi menunggu sesuatu yg gag pasti bakal balik. kalo saya yg memutuskan pergi, meski mungkin awal'y menyakitkan, tapi se'enggak'y keputusan itu saya yg ambil. apa yg mau saya tunggu? toh saya yg memutuskan pergi. sedikit rasa sesal, sedikit kepedihan tapi gag ada rasa menanti dia kembali. Masalah selesai.
mau di akui apa gag, banyak yg berpikir seperti saya. qta menjaga hati qta sedemikian rupa dan anti terluka. tanpa qta sadari, kelakuan qta merugikan diri qta dan orang yg mengasihi qta. bertahan pada situasi gag jelas memang menyakitkan. Tapi, pergi sebelum mencoba itu tindakan paling pengecut.
saat saya memiliki masalah dgn pacar saya, terutama tentang keluarga atau masa lalu'y, saya lebih suka mundur dari pada bertahan. saya ga mau terluka bila akhir'y dia milih buat pergi.
penjagaan hati yg berlebihan. saya mengatakan ini bukti betapa saya mengasihi dia, nyata'y ini tindakan egois, saya gag mau terluka.
padahal, belum tentu dia meninggalkan saya? seperti'y paham egoisme dan i always right saya blum punah. saya begitu menyedihkan. seriusly, skarang saya sadar kenapa saya gag pernah bisa pacaran lama..
yakub pernah terpaksa menunggu. saat laban menipu'y dgn menikahkan dia dgn lea dan bukan rahel yg dia kasihi. tapi, yakub lebih suka menunggu 7 tahun lagi dari pada mdnikmati hidup dgn lea. padahal gag ada jaminan apa dia akan bahagia kalau ribka menjadi milik'y,yg dia tau bahwa dia mengasihi rahel dan itu cukup.
buah'y adalah, dia berhasil mendapatkan lea.
rasa di tipu bisa saja membuat yakub putus asa dan memilih pergi.tapi, yakub memilih bertahan.
Tuhan Yesus mengajarkan qta untuk tidak menjadi pengecut.selama qta hidup di dunia, terluka, kepedihan, adalah hal normal yg mungkin akan qta alami. Yesus sendiri mengalami di tinggalkan, mengalami penolakan, tapi Dia menghadapi'y. Dia tau bahwa meskipun Dia mengorbankan sgala milikNya, gag akan menjamin semua kekasih hatiNya (baca : qta) untuk mengasihiNya jga.tapi, Dia bertahan.
Dia tau apa itu rasa sakit, Dia sering kecewa, tapi hati qta lebih berharga dari pada segala kemuliaanNya.
menyakitkan.
huhu.
mungkin, meski qta udah berusaha sekuat hati, ujung'y qta akan tetap di tinggalkan..
tapi,
akan lebih menyedihkan kalau qta pergi tanpa mencoba melakukan yg terbaik.
qta akan keluar sbgai pemenang kehidupan.
med berjuang
Jbu
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
