Minggu, 19 Desember 2010

..Tuhan, atau hamba?..

siapa Yesus bagimu?
ada yg menjawab, "Tuhan",
"Juruslamatku!",
"Raja",
semua sebutanNya sangat manis.
tapi, sudahkah qta memperlakukan Dia semanis pengakuan qta padaNya?


banyak yg cenderung memperlakukan Dia seperti hamba dari pada tuan. qta menuntut "berkati aqu, Tuhan", "lindungi aqu, Tuhan", "tolong aqu, Tuhan.."
apa ini salah? bukankah Tuhan sendir yg blg, "mintalah maka kamu akan mendapatkan?" (matius 7:7). benar, tapi qta liat point'y. qta menuntut hak qta, tapi, apakah qta sudah melakukan kewajiban qta? ayo intropeksi diri. qta cenderung hanya bisa meminta, tapi, pernahkah qta berusaha menyenangkan hatiNya karna ketulusan? ada berita pait yg harus kau sadari, Tuhan tak membutuhkanmu, kau yg membutuhkan Dia. berhenti perlakukan Dia seenak'y. kau menuntut segala kebaikanNya, tapi kau cenderung melakukan hal yg menyakitkan hatiNya.

Tuhan bilang,
"jangan ada padamu allah lain" (keluaran 20:3)
qta tahan mengobrol berjam-jam dgn pacar qta, tapi, qta untuk menyisihkan beberapa menit dan "mengobrol" dgn Tuhan sehari, seperti'y hal yg berat. qta bisa menerjang hujan untuk ke rumah pacar qta, tapi, sedikit saja halangan bisa buat qta gag ke greja.
Tuhan bilang, "jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dgn sembarangan" (keluaran 20:7)
tapi qta bisa mengatakan "sumpah demi Tuhan" untuk memperkuat alibi qta, bahwa qta tak bersalah. Tuhan bilang "ingatlah dan kuduskanlah hari sabat" (keluaran 20:8)
tapi qta masih melakukan pekerjaan2 qta pada hari dimana seharus'y Tuhan menginginkan hari itu menjadi saat qta bersekutu denganNya. "tapi saya libur kerja hari senin, hari minggu saya harus kerja karna peraturan perusahaan" owh, saya gag bilang bahwa liburmu harus minggu.tapi, apa yg kamu lakukan saat kamu libur.itu yg penting. enam hari kamu harus bekerja, tapi pada hari ketujuh, kamu harus beristirahat. bukan masih ribet membwa pekerjaanmu ke rumah.
Tuhan bilang, "hormatilah ayah dan ibumu" (keluaran 20:12)
tapi qta tega membentak dan melawan saat mereka menasehati qta. oke, kadang mereka memang "sok tau" tapi itu gag bisa jadi alasan kuat kau boleh bersikap kasar pada mereka!
Tuhan bilang, "jangan membunuh" (kekuaran 20:13) tapi kau kerap membuat orang lain merasa tersisih dan mendiskriminasi mereka yg "kurang" menurutmu. membunuh gag selalu mengilangkan nyawa orang dgn pisau atau pistol. diskriminasimu bisa membunuh merka secara perlahan!
Tuhan bilang "jangan berzina" (kejadian 20:14)
tapi kau lebih senang memikirkan perkara duniawimu ketimbang takut akan Tuhan.
Tugan bilang, "jangan mengucapkan saksi dusta" (keluaran 20:16)
tapi kau tega mengatakan hal tak baik yg terkadang kau lebihkan, bahkan cenderung menjatuhkan yg lain agar kau terlihat lebih baik.
Tuhan bilang "jangan mengingini milik sesamamu" (keluaran 20:17)
tapi kau kerap iri hati bila kau melihat orang yg pangkat, kedudukan'y lebih darimu.
bila kau mengakui point2 di atas masih ada dalam hatimu, tanyalah pada dirmu, benarkah kau mengakui bahwa Dia Tuhanmu?

sadarilah, kau ada karna kasih karuniaNya. Dia sangat mengasihimu, Dia mengasihimu bukan karna Dia membutuhkanmu, Dia mengasihmu karna Dia menciptakanmu, karna Dia menganggapmu darah dagingNya, anakNya. jgn perlakukan Dia seenakmu. memaksaNya menuruti kehendakmu, menuntut dan menuntu kebaikanNya sedangkan kau kerap kali melukai hatiNya. kau menyalahkanNya atas hak buruk yg kau alami, tapi, sadarkah kau Dia lebih banyak memberimu kebaikan?
Dia mati di kayu salib untuk membuktikan kasihNya yg dalam padamu, Dia hapus dosamu. pantaskah kau mempersalahkan Dia terus saat kau merasa tak beruntung? kau di selamatkan karna kasih karunia, bukan karna kebaikanmu. belajarlah bersyukur dan memperlakukan Dia layak'y yg kau akui dalam doamu. Dia mengerti apa yg kau butuhkan sebelum kau menyadari'y. belajar senangkan hatiNya..

"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
(Lukas 17:10).
Jbu

Rabu, 15 Desember 2010

..komitmen..

pacaran itu harus'y buat bahagia, seneng, kalo perasaan ini udah gag di dapet dalam suatu hubungan, buat apa dipertahanin?
banyak yg beralasan, karna gag bisa ke lain hati..
karna dia dulu syg bgd sama qta..
karna dia yg terbaik..
dan "karna" yg lain'y.
padahal kenyataan'y, dia udah berubah.
yg tadi'y bilang "i love u" tiap menit, sekarang ucapan permenit'y "apa si kamu?gag penting bgd"
yg tadi'y rajin bilang "kangen kamu"
skarang rajin nolak di tlv dan rajin gag bls sms
yg tadi'y suka ngebujuk kalo qta ngambek, sekarang malah suka ikut ngambek balik.
wew
kata'y "sayang" tapi kok nyakitin ya?
menurut saya, ini udah gag sehat. gimanapun juga, hubungan yg sehat harus membangun karakter yg baik, tanpa menyakiti satu sama lain. tapi, kalau kasus'y gini, yg banyak memberi kasih ini pasti terluka. bayang2 kebaikan masa lalu pasangan yg berubah jadi acuh ini jadi seperti bom waktu yg malah melukai. klise emang, orang, kalau lagi pendekatan yg diliatin yg bagus'y doank.. kalau di tamya balik, mau gag di gituin? bisa dgn lantang jawab "gag lah!"
padahal, hukum yg Yesus ajarkan adalah "perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan" (lukas 6:31)
gag mau disakitin? jgn nyakitin donk. gag mau dicuekin? jgn nyuekin donk.simpel kan?
kenyataan'y gag sesimpel ini. masih banyak org yg suka bersikap se'enak'y, ditinggalin gag mau, tapi menjalani hubungan'y seperti ogah2an dan se'enak'y.
ckckck
gimanapun juga, sebuah hubungan itu harus dilandasi "memberi dan menerima"
gag bisa dipungkiri, yg satu akan memberi banyak tapi menerima sedikit, karna kadar memperlihatkan rasa sayang pada tiap orang berbeda, tapi gimanapun juga, qta gag bsa menerima tanpa mau memberi.
setiap orang butuh pengakuan dan rasa dimiliki. kamu gag bisa mengasihi tanpa memberi sesuatu, kaya pengertianmu saat dia kesepian, perhatianmu saat dia sakit, ungkapan sayangmu saat dia sedih, rasa tanggung jawabmu pada hubungan kalian, dgn gag bersikap "centil" dibelakang dia (hukum kasih, mau gag liat dia sayang2an sama lawan jenis'y dibelakang kamu? so, jgn berlaku seperti itu dibelakang dia)
berpegang pada komitmen awal, hubungan kalian mau dibawa kemana?
dengan belajar buat saling mengerti, saling mengenal dan komunikasi yg benar, gag akan ada lagi pertengkaran yg buat kalian jadi larut dalam kesedihan gag jelas, gag ada cemburu buta. rasa percaya gag bisa di bangun dalam waktu singkat, butuh tindakan nyata.
belajar bertahan dan berlaku adil pada pasanganmu.
sebelum dia akhir'y gag tahan dan pergi.
kalaupun mungkin kamu gag ada hati dgn pasanganmu saat ini, jujurlah pada'y.
jgn menyakiti kalau kamu gag ingn disakiti.

dengan belajar saling terbuka ini, lambat laun kalian akan dewasa dalam hubungan kalian, dan matang untuk menjalin ikatan yg lebih serius.
jgn lupakan dasar'y, kasih sejati.
belajarlah dari Yesus, Dia terbuka memberitahumu apa yg Dia siapkan untukmu, komitmen Yesus untuk menjaga hatimu Dia ungkapkan dgn jelas dan terbuka. itulah cara mencintai, belajar mengatakan dan bertindak sesuai perktaanmu. belajar berkomitmen.

"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8).

be blessed

Jbu

Senin, 13 Desember 2010

..menghakimi?..

disadari apa gag, qta punya jiwa "hakim" kelas berat. sedikit mendapati hal yg diluar nilai qta untuk sesuatu yg "baik" atau "benar", qta langsung mengklaim hal itu salah.
contoh ringan, karna tetangga sbelah kiri qta sering membantu qta, kesimpulan'y dy "baik", karna tetangga sebelah kanan qta gag pernah bantu qta, kesimpulan'y dy "sombong".
hidup yg "baik" dan "benar" dikacamata qta adalah punya pekerjaan normal dan halal, punya keluarga yg normal juga, dan "kebenaran" lain'y.
so, kalo qta liat pemungut cukai atw org yg kumpul kebo, atw jadi simpanan, qta simpulkan bhwa dy orang berdosa.
mantabh.

ada sebuah kisah, seorang wanita yg meninggalkan agama'y, dan hidup dgn seorang pria menjadi istri k-3.
dy dibuang keluarga'y, dimusuhi keluarga suami'y, dan dihakimi jemaat greja yg menjadi tempat dy ibadah. manis sekali hidup'y, dgn menangis dy blg "kk gag mau hidup seperti ini, tapi kalo kk tinggalin suami kk, gmana k-2 anak kk?kk gag punya siapa2 lagi."
saya gag membenarkan tindakan'y, tapi saya pilu mendapati sekitar'y yg cenderung menghakimi tanpa memberi jalan keluar.
oke, dy salah, karna dy tlah hidup dgn suami orang (diluar konteks mreka menikah resmi atau gag). tapi, apakah berarti harus dijauhi dan di ingatkan terus bahwa dy pendosa?
adakah yg telah qta berbuat agar dy bisa lepas dari jalan'y yg "jahat" ini?
alangkah mudah'y "mengkotbahi" orang lain dgn kata2 bagaimana hidup dalam Tuhan yg benar, tapi sulit'y melakukan sesuatu agar mereka lepas dari belenggu dosa itu. para "pendosa" ini menyadari kesalahan'y, tapi haruskah qta menyadarkan mereka dgn cara menghakimi dan menjauhi'y?
bayangkan apa yg terjadi apabila Yesus ikut2an menghakimi dan melempar batu kepada maria magdalena (yoh 8:1-11), dan bukan mengampuni'y?
bayangkan apabila Yesus berkotabah panjang lebar soal kasih kepada zakheus (lukas 19:1-10) tapi gag mau merangkul'x sebagai orang yg berhak mendapat perhatian juga?

mungkin mereka gag akan bertobat seperti yg Alkitab katakan.

yg membuat mereka bertobat bukan cuma sekedar tayangan ulang bahwa dy orang berdosa, tari rasa dihargai, rasa dikasihi, rasa bahwa meski mereka berdosa, masih ada jalan untuk meninggalkan'y.

mari berkaca, qta mungkin mempunyai hidup normal, tapi bukan berarti qta hidup benar. coba cek hati qta, apakah qta gag pernah menyimpan iri hati pada oranglain? apakah qta gag pernah merasa diri qta benar dan orang salah?
Yesus menginginkan belas kasihan, bukan sekedar persembahan tanpa hati. selidiki hati qta, sadari, apakah karna dosa qta tak sekentara dosa orang lain maka qta punya hak untuk menghakimi?
Yesus datang untuk memanggil orang berdosa, orang2 yg tau bahwa mereka hina, miskin, bukan orang2 benar.
benar dimatamu belum tentu benar dimata Tuhan.
apa guna'y dipuja dan dihormati manusia tapi di benci Tuhan?

hemm..
Jbu ajj deh
hehe

Mengenai Saya