Senin, 13 Desember 2010

..menghakimi?..

disadari apa gag, qta punya jiwa "hakim" kelas berat. sedikit mendapati hal yg diluar nilai qta untuk sesuatu yg "baik" atau "benar", qta langsung mengklaim hal itu salah.
contoh ringan, karna tetangga sbelah kiri qta sering membantu qta, kesimpulan'y dy "baik", karna tetangga sebelah kanan qta gag pernah bantu qta, kesimpulan'y dy "sombong".
hidup yg "baik" dan "benar" dikacamata qta adalah punya pekerjaan normal dan halal, punya keluarga yg normal juga, dan "kebenaran" lain'y.
so, kalo qta liat pemungut cukai atw org yg kumpul kebo, atw jadi simpanan, qta simpulkan bhwa dy orang berdosa.
mantabh.

ada sebuah kisah, seorang wanita yg meninggalkan agama'y, dan hidup dgn seorang pria menjadi istri k-3.
dy dibuang keluarga'y, dimusuhi keluarga suami'y, dan dihakimi jemaat greja yg menjadi tempat dy ibadah. manis sekali hidup'y, dgn menangis dy blg "kk gag mau hidup seperti ini, tapi kalo kk tinggalin suami kk, gmana k-2 anak kk?kk gag punya siapa2 lagi."
saya gag membenarkan tindakan'y, tapi saya pilu mendapati sekitar'y yg cenderung menghakimi tanpa memberi jalan keluar.
oke, dy salah, karna dy tlah hidup dgn suami orang (diluar konteks mreka menikah resmi atau gag). tapi, apakah berarti harus dijauhi dan di ingatkan terus bahwa dy pendosa?
adakah yg telah qta berbuat agar dy bisa lepas dari jalan'y yg "jahat" ini?
alangkah mudah'y "mengkotbahi" orang lain dgn kata2 bagaimana hidup dalam Tuhan yg benar, tapi sulit'y melakukan sesuatu agar mereka lepas dari belenggu dosa itu. para "pendosa" ini menyadari kesalahan'y, tapi haruskah qta menyadarkan mereka dgn cara menghakimi dan menjauhi'y?
bayangkan apa yg terjadi apabila Yesus ikut2an menghakimi dan melempar batu kepada maria magdalena (yoh 8:1-11), dan bukan mengampuni'y?
bayangkan apabila Yesus berkotabah panjang lebar soal kasih kepada zakheus (lukas 19:1-10) tapi gag mau merangkul'x sebagai orang yg berhak mendapat perhatian juga?

mungkin mereka gag akan bertobat seperti yg Alkitab katakan.

yg membuat mereka bertobat bukan cuma sekedar tayangan ulang bahwa dy orang berdosa, tari rasa dihargai, rasa dikasihi, rasa bahwa meski mereka berdosa, masih ada jalan untuk meninggalkan'y.

mari berkaca, qta mungkin mempunyai hidup normal, tapi bukan berarti qta hidup benar. coba cek hati qta, apakah qta gag pernah menyimpan iri hati pada oranglain? apakah qta gag pernah merasa diri qta benar dan orang salah?
Yesus menginginkan belas kasihan, bukan sekedar persembahan tanpa hati. selidiki hati qta, sadari, apakah karna dosa qta tak sekentara dosa orang lain maka qta punya hak untuk menghakimi?
Yesus datang untuk memanggil orang berdosa, orang2 yg tau bahwa mereka hina, miskin, bukan orang2 benar.
benar dimatamu belum tentu benar dimata Tuhan.
apa guna'y dipuja dan dihormati manusia tapi di benci Tuhan?

hemm..
Jbu ajj deh
hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya